ARIPITSTOP.COM – Balapan sebanyak 19 seri dimulai bulan Mei 2020 dianggap sebuah ide gila bagi Ducati, General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, meminta Dorna Sports sebagai promotor MotoGP menggunakan akal sehat untuk tetap melanjutkan jalannya balapan di tahun 2020.

Akibat merebaknya virus Corona, jadwal balapan MotoGP menjadi kacau. Balapan kelas MotoGP di Qatar pada bulan Maret 2020 dibatalkan, Thailand, Amerika dan Argentina resmi ditunda dirubah jadwalnya di seri akhir musim 2020. CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, berencana tetap menggelar 19 seri tersisa dengan perombakan jadwal yang sudah disesuaikan. Ia bahkan tak menutup kemungkinan menggelar balapan sampai Desember.

“Usai batalnya balapan di Qatar, Dorna ingin menggelar sebanyak mungkin balapan tahun ini. Tapi saya rasa hari ini itu tak memungkinkan. Jujur saja, saya rasa mustahil menggelar semua balapan,” ungkap Dall’Igna dilansir dari GPOne.

“Memang benar kami harus berusaha, tapi tadinya kami tak paham seberapa serius masalah ini. Kini, melihat situasi yang ada, mustahil terus melaju ke arah ini. Ini bukan lagi ide realistis. Jelas kita menghadapi masalah besar, dan ini bukan soal logika, tapi akal sehat,” ujarnya.

Dall’Igna mengaku tak cemas MotoGP 2020 ditiadakan, “Saya tak cemas. Saya rasa semua orang pasti ingin tetap menggelar MotoGP 2020 meski balapannya sedikit. Saya optimistis,” tuturnya.

“Apakah akan ada 13 balapan saja? Bahkan jika lebih sedikit lagi, saya takkan malu menganggapnya kejuaraan dunia. Dengan 10 balapan pun, persaingan tetap seimbang. Saya juga merasa menggelar 13 seri tak masuk akal, karena dengan situasi sekarang semua aturan bisa berubah demi kebaikan sistem kejuaraan,” pungkasnya.

Advertisements

Ketik Komentar Anda