ARIPITSTOP.COM – Kecelakaan motor melibatkan anak sekolah kembali terjadi, siswa SMP meninggal di tempat setelah motor yang dinaikinya melaju kencang tak terkendali hingga menabrak truk dari arah berlawanan. Kondisi tubuh korban yang mengenaskan hingga kepala pecah membuat korban langsung meninggal.

Kecelakaan terjadi pada kamis (20/6) sekitar pukul 21.00 antara sepeda motor Kawasaki Ninja dengan truk di Bali. Korban merupakan pelajar SMP asal Banjar Sumbersari, Melaya.

Kronologi :

  • Kecelakaan ini bermula saat motor Kawasaki Ninja Dk 5664 ZU yang dikendarai I Kadek Hendra Adi Pranata, 14, yang membonceng I Kadek Artika Putra,16 melaju. Dikabarkan bahwa motor melaju kencang dari arah timur ke barat.
  • Ketika sampai di Kilometer 119 wilayah hutan Klatakan, Melaya, motor gagal dikontrol lalu Motor oleng, hingga motor gagal dikendalikan.
  • Motorpun terjatuh lalu terseret masuk ke jalur kanan yang berlawanan arah. Pada saat bersamaan ada sebuah truk yang melaju dari arah berlawanan pada jalurnya. Tabrakanpun tak terhindarkan lagi.
  • Adi Pranata tergilas dan tewas di tempat kejadian karena kondisi yang mengenaskan, kepalanya pecah, perutnya tercabik hingga ususnya terburai dan tangan kanannya putus.
  • Sedangkan Artika Putra, mengalami luka parah dalam kejadian ini. Ia kritis lantaran luka di beberapa bagian tubuhnya.

Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiatmoko, insiden lakalantas ini terjadi karena pengendara motor kurang hati-hati sehingga oleng lalu terjatuh ke jalur yang berlawanan. Lalu pada saat bersamaa ada truk yang melaju dari arah berlawanan. Maka terjadilah insiden maut ini. Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk melacak truk yang terlibat insiden.

5 KOMENTAR

  1. Berita begini sudah dari jaman 80-an ada, setengahnya kadang mulai apatis….peran ortu sering kurang dilihat dalam kecelakaan yang melibatkan anak dibawah umur…gerakan CAMOT (Cegah Anak dibawah Umur naik Motor) pun sudah kurang terdengar lagi…mestinya sekolah juga ikut berperan lah…dulu jaman saya anak sekolah gak boleh bawa motor sendiri…sekolah cuma nyediain parkir sepeda doang…dianter sama ortu atau jemputan atau naik kendaraan umum. Kalau ketahuan sekolah anak kena sanksi ortu dipanggil….sekarang kalau sekolah kaya gini, anaknya dipindahin ke sekolah lain sama ortunya…

Ketik Komentar Anda