ARIPITSTOP.COM – Balapan di rumah sendiri namun dengan kondisi motor yang mengecewakan, balapan tercecer di papan bawah ditambah lagi tidak bisa melanjutkan balapan akibat terjatuh. Rossi mengungkapkan balapan di Mugello kemarin merupakan balapan terburuk baginya.

“Akhir pekan yang sangat sulit. Salah satu yang terburuk untuk waktu yang lama karena kami tidak pernah kencang,” keluh Rossi dilansir dari Motorsport.com.

Datang ke Mugello, Rossi mengawali kesulitan sejak latihan bebas dimulai, Rossi berada diluar 10 besar pembalap tercepat bahkan saat kualifikasi harus puas di posisi 18.

“Kami tiba di sini, tahu bahwa ini sulit, namun kami berharap kuat di sini, di Mugello. Tetapi sayangnya tidak seperti ini dan dalam semua latihan tidak begitu cepat.” imbuh Rossi.

“Dalam balapan, start dari belakang itu selalu sulit, juga karena kecepatan saya tidak fantastis. Saya kehilangan segalanya ketika kontak dengan Mir karena saya mencoba menyalip. Tetapi kami bersenggolan. Kami keluar dari trek dan setelah itu saya jatuh di Arrabbiata 2. Bagaimanapun, itu sangat sulit.” keluh Rossi.

“Saya tidak kencang. Jadi, secara umum akhir pekan yang sangat sulit – terutama karena kami sangat lambat dan sepertinya kami kesulitan saat balapan ketika kami melawan motor lain.”

“Kami tidak kencang di trek lurus, juga dalam akselerasi sehingga balapan seperti ini sangat sulit. Kami harus mencoba melakukan sesuatu,” tuturnya.

Rossi juga menuturkan bahwa balapan di Mugello tidak seperti biasanya, kali ini power M1 justru berkurang begitu saat akslerasi.

“Para pembalap Yamaha lainnya yang berada di dua baris pertama, tiba di tikungan pertama dan sudah kehilangan enam atau tujuh tempat,” imbuhnya.

“Ini perbedaan yang lebih besar, benar-benar masalah. Juga dari akselerasi, dari satu tikungan ke tikungan lain, kami menderita.”

“Bukan hanya top speed, tetapi juga akselerasi dan sekarang jaraknya cukup besar,” ucap Rossi lagi.

Ditanya mana yang terburuk dibanding ketika mesin Yamaha meledak pada MotoGP Italia tiga musim lalu, Rossi menjawab: “Rasanya sangat berbeda, namun saya ingin bilang bahwa lebih buruk tahun ini daripada 2016.

“Pada 2016, saya putus asa karena start dari pole position, dan saya sangat kuat dalam balapan. Saya bisa menang setelah bertahun-tahun, walau mesin meledak. Saya merasa sangat putus asa, tetapi optimistis karena kencang.”

“Sekarang saya tidak merasa putus asa, namun jauh lebih sedih karena saya lambat. Ini yang paling penting,” tutupnya.

2 KOMENTAR

Ketik Komentar Anda