ARIPITSTOP.COM – Selama satu minggu unit Yamaha FreeGo S ABS bertandang di garasi Aripitstop, dan secara kebetulan setiap hari motor ini saya pakai untuk wara-wiri ngurusin bengkel yang baru saja saya buka di daerah Jati Warna. Pengujian pertama yang Saya lakukan sudah pasti adalah uji konsumsi BBM, namun kali ini karena waktu yang sempit maka saya memutuskan pengujian konsumsi BBM menggunakam metode full to full. Ketika melihat hasilnya ternyata hasilnya irit juga sich… karena motor ini berkapasitas 125cc.

Yamaha Freego S ABS yang dibanderol harga Rp 22,5 juta ini menggunakan mesin 125 cc SOHC. Mesin ini mampu mengeluarkan power 9,3 dk pada putaran 8.000 rpm dan torsi 9,5 Nm pada putaran 5.500 rpm. Perbandingan kompresiya 9,5:1.

Motor ini unik karena memakai roda 12 inchi dengan ukuran Ban depan 100/90-12M/C 59 J  dan belakang 110/90-12M/C 64L dan keduanya memakai ban tubeles.

Salah satu fitur yang ada di Freego adalah Stop Start System(SSS) untuk efisiensi bahan bakar. Fitur ini akan bekerja dengan mengaktifkan tombol yang berada di saklar kanan, mesin akan mati ketika motor berhenti atau dalam keadaan idle misal di lampu merah. Untuk menyalakan mesin pengemudi tinggal memutar tuas gas, cukup mudah.

Namun dalam pengujian tes konsumsi BBM kali ini saya tidak memakai fitur ini, Saya tes dari rumah saya di daerah jonggol menuju ke Bengkel di Jati Warna kemudian keesokan harinya saya bawa ke Lebak Bulus, selama dua hari berturut2 berangkat jam 7 pagi sehingga mendapatkan situasi lalu lintas yang komplit dari lancar sampai bermacet ria…

Awalnya tangki saya isi sampai full menggunakan BBM jenis Pertamax, kemudian saya reset trip meter menjadi ‘0’.

Kemudian saya riding menuju bengkel Saya yang bernama Zona Speed di Jati Warna Pondok Gede, berangkat pagi jam 7 kemudian pulang lagi siangnya jam 14.00 WIB.

Perjalanan di hari pertama ini bervariasi, dari lancar di jalan Jonggol Sampai Cileungsi lalu kena macet di Cibubur dan padat sampai Jati Warna. Tetapi untuk pulangnya relatif ramai lancar. Sehingga kecepatan yang saya pakai juga bervariasi bahkan sampai kecepatan 80an kpj di jalan kosong.

Kemudian di hari kedua, Saya berangkat jam 7 pagi juga menuju Lebak Bulus. Perjalanan hari kamis yang sungguh melelahkan karena harus bermacet ria di Cibubur dan jalan TB Simatupang dan sempat saya geber hingga 90an kpj di daerah lenteng agung.

Sampai SPBU ragunan saya putuskan untuk mengisi full tangki dengan Pertamax, sehingga pengetesan konsumsi BBM berakhir sudah.

Perjalanan dua hari pengetesan ini menempuh jarak total 141,7 km sesuai yang tertera di trip meter dan Saya isi BBM terakhir sebanyak 3,12 liter. Setelah saya hitung ternyata konsumsi BBM Yamaha Freego tanpa menggunakan fitur SSS ini menembus hingga 45,41 km/liter.

Weeew, irit juga ya…

16 KOMENTAR

  1. Lek ari coba pake pertalite… harusnya lebih irit karena mesin nya cuma berkompresi 9,5:1 biasanya mesin kompresi kepala 9 cocok sama premium ato pertalite.
    Kalo pertamax cocok ke mesin kompresi 10,5:1 keatas…

    • Masalhnya kalau pakai pertamax bisa buat perbandingan dengan motorain, karena selama ini pengetesan konsumsi BBM selalu menggunakan Pertamax

Ketik Komentar Anda