ARIPITSTOP.COM – Musim yang mengecewakan buat Yamaha karena sudah 24 kali seri tanpa podium kemenangan adalah hal yang buruk untuk tim pabrikan sekelas Yamaha. Tim ini dulu sangat kuat tetapi ketika terpuruk justru sulit untuk bangkit, Yamaha benar-benar berada di balik bayang-bayang Honda dan Ducati yang tampil perkasa. Hingga Vinales sampai curhat kepada media yang merasa dirinya telah ditinggalkan oleh Yamaha.

Baik Rossi maupun Vinales yang sudah berjalan 24 seri tanpa kemenangan, Vinales menganggap pengembangan motor selama ini lebih mengutamakan Rossi. Vinales mengaku tak mendapat dukungan yang hangat dari para petinggi Yamaha selama mengalami keterpurukan bersama Yamaha. Dia merasa harus menghadapi masalahnya sendirian.

“Kami harus sabar dan berharap Yamaha bakal kompetitif lagi. Kontrak saya masih berlaku hingga dua tahun ke depan dan saya harus percaya diri, serta tak menyerah,” kata Vinales, seperti dilansir Speedweek, Selasa (16/10/2018).

“Saya tahu Yamaha dapat berkembang. Baik Lin (Jarvis) maupun Massimo Meregalli (manajer tim Yamaha) telah menangani situasi ini dengan maksimal,” ungkap Vinales.

Vinales hanya ingin Yamaha sedikit memeluknya, mendengarkan apa masukannya untuk pengembangan motor. Perhatian seperti itu diyakini Vinales bakal membuat dirinya lebih percaya diri.

“Saya merasa sedikit dilupakan dan ditinggalkan sendirian. Saya berharap di satu titik mereka memeluk saya, maka saya akan merasa aman,” ungkap Vinales.

“Sangat penting kami bekerja sama seperti tim. Saya merindukan hal itu. Sangat penting dipeluk saat segalanya tak berjalan baik. Maka Anda akan merasa lebih baik,” pungkas Vinales.

4 KOMENTAR

Ketik Komentar Anda