ktm indonesia

ARIPITSTOP.COM – Sebelum balapan seri Austin dimulai, semua pembalap dikumpulkan untuk membahas keselamatan para pembalap di lintasan, hal ini terkait dengan setelah kejadian Thermas Clash antara Rossi dan Marquez. Dalam pertemuan tersebut semua pembalap setuju dengan sanksi berat untuk pembalap dengan gaya balap yang membahayakan pembalap lain.

Hal tersebut disepakati dalam pertemuan Komisi Keselamatan di Austin, Jumat (20/4), yang dihadiri oleh seluruh pembalap kelas MotoGP. MotoGP FIM Stewards mengambil langkah tegas dengan penerapan penalti lebih berat.

Hal ini diamini oleh Lorenzo yang justru sudah lama mendukung peraturan baru sanksi tegas bagi para pembalap yang membahayakan. Lorenzo juga kembali mengingat kesalahannya di masa lampau, di mana ia menabrak Alex de Angelis di GP250 Jepang 2005 hingga ia dijatuhi larangan satu kali balapan. “Race Direction harus memberi hukuman berat untuk aksi ini. Itu satu-satunya cara agar rider yang melakukan aksi ini berhenti. Hal ini terjadi pada saya saat di GP250, saya sangat agresif, dan saya benar-benar mengubah strategi dan sudut pandang saya,” tuturnya.

Meski memiliki risiko lebih besar, Lorenzo merasa hukuman atas agresivitas pembalap dalam lintasan yang diterima pembalap MotoGP tak seberat pembalap F1.

“Sulit, karena para pembalap memiliki pendapat yang berbeda,” jawabnya ketika ditanya apakah MotoGP membutuhkan panel keselematan seperti Formula 1. Mungkin ada beberapa pembalap karena umur atau pengalamannya. Mereka tidak memahami risikonya, dan pembalap lainnya lebih memahami risikonya. Jadi akhirnya, menurut pendapat saya, Race Direction harus membuat hukuman yang lebih kejam, untuk melindungi para pembalap. Saya pikir F1 memiliki resiko jauh lebih kecil, tapi mereka memiliki hukuman lebih berat dari balap motor [MotoGP] yang jelas lebih berbahaya.” pungkas Lorenzo.

4 KOMENTAR

  1. Jadinya Marquez langsung kabur setelah start di Austin, mangkin kedepan ini ga ada lagi aksi duel di lintasan motogp

Ketik Komentar Anda