Hingga saat ini masing kita temui para netizen mengunggah kejadian yang baru dialaminya mengenai penilangan, yang terkenal sudah pasti di kota cirebon. Konon berita yang berhamburan bahwa polisi dicirebon suka cari2 kesalahan kepada pengendara dari luar daerah cirebon, makanya cirebon terkenal dengan kota tilangnya.

Jika polisi sering menggelar razia untuk mengecek kelengkapan para pengguna jalan dengan tujuan mengingatkan kepada para pengguna jalan agar selalu tertib berlalu lintas, lalu apakah polisi yang sering menggelar razia itu sudah sepenuhnya tertib dan sadar akan pentingnya kelengkapan dalam berkendara ? ternyata jawabnya TIDAK karena masih ditemukan polisi yang tidak membawa surat2 lengkap bahkan kondisi motor yang tidak standar.

Seperti saya contohkan ketika Satlantas dan Provost Polres Karimun, Kepulauan Riau menggelar operasi razia terhadap para anggota polisi. Dalam razia di gerbang masuk Mapolres Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (23/10/2015), sejak pukul 06.50 WIB hingga pukul 07.20 WIB banyak polisi yang mengendarai sepeda motor dan mobil terjaring karena tak membawa surat-surat kendaraan dan SIM.

Video via hp klik disini

Razia yang dilakukan kali ini memang bertujuan menertibkan anggota polisi sebelum melakukan tugasnya menjaga ketertiban masyarakat. Kasi Provost Polres Karimun, Ipda Ribut Rawit, mengatakan saat operasi yang diadakan sekitar 40 menit itu banyak anggota polisi yang tidak membawa SIM. Namun, menurut Ribut hal itu tidak termasuk pelanggaran. Hanya satu anggota yang melanggar karena kendaraannya tidak memiliki kelengkapan fisik, berupa spion.

Info yang saya ambil dari kompas.com bahwa kejadian ini memang sudah agak lama yaitu bulan oktober 2015 atau sekitar 6 bulan yang lalu, namun kejadian ini memberikan fakta bahwa ternyata petugas yang sering merazia kita itu masih ada yang tidak melengkapi syarat2 dalam berkendara. Introspeksi diri itu memang berat bro…

Namun satu yang menjadi pertanyaan saya, menurut Kasi Provost Polres Karimun, Ipda Ribut Rawit bahwa polisi tidak membawa SIM tidak masuk dalam pelanggaran karena SIM bisa diambil dulu ke rumah. Bagaimana jika hal ini terjadi pada masyarakat sipil ? sudah pasti kena tilang, polisi tidak akan mendengarkan berbagai alasan dari kita, itu fakta dilapangan.

17 KOMENTAR

  1. Membaca uud lantas mudah, memberi pengarahan juga mudah tapi menjalankanya yg susah, ngacaaaaaaaa pak polisiiiiii

  2. Mana ada sim di tinggal di rumah?
    Yg namanya kartu identitas pasti di simpan di dompet!
    Buat apa udh punya sim di simpen di rumah? Selagi dompet selalu di bawa?
    ALIBI

  3. Saya pernah mengalami dompet tertinggal di tempat kerja kejadian razia pukul 06.00.
    Karena tempat razia saya sudah dekat dengan tempat kerja saya maka saya minta temen saya mengantar dompet tersebut ke lokasi razia, sebelum saya memperlihatkan sim dan stnk motor saya mau di angkut tetapi setelah saya tujukkan sim dan stnk apa yang terjadi saya tetap di tilang padahal semua lengkap dan bisa menunjukkan surat2. Saya tidak berdebat karena masih pagi harus buru2 kerja. Terus waktu sidang di pwngadilan saat peserta sidang sudah kumpul di ruang sidang dan peserta sidangnya memang banyak saya berharap segera di panggil selain menghemat waktu juga untuk bisa menjelaskan duduk perkara. Anda tau apa yang terjadi sidang hanya dilakukan kepada sebagian peserta dan yang lainnya disuruh langsung membayar dengan ditanya surat tilang dan ditanya kesalahannya apa tanpa dikasih kesempatan untuk menceritakan duduk perkara. Saya berfikir kenapa waktu itu gak langsung saya bayar aja toh sama2 langsung bayar.

  4. Itulah kehebatannya polisi indonesia hehehehehehe … Menyalahkan dan tak mau disalahkan …..hahahahahah ayo maju terus pak polisi tilang semuanya dan cari semua pelanggaran biar dapat uang ..hehhehehe gak pandang bulu hancurkan semuanya yg miskin atau yg kaya yg penting kantong nya brooooooo

  5. Hukum hanya berlaku untuk masyarakat, tidak berlaku bagi para penegak hukum.

    Kayak dulu pepatah jaman sebelum revolusi Perancis :
    “Hukum adalah aku (polisi), dan aku adalah hukum.”

  6. @redi beda bro klo lo bayar di tempat namanya nyogok, duit masuk kantong polisi… kalo ikut sidang emang sama sama bayar, tapi duit masuk kas negara, dan sering lebih murah dariapda lo nego di tempat 🙂

  7. Saya pernah mengurus STNK saudara sepupu ditahankana karna sim tertinggal… lucunya lagi saat km mengambil STNK ternyata oknum polisi itu salah kasih STNK sayangnya kami menyadari sdh dirumah… akhirnya km km bali lg ke kantor pak polisi… eh si pak polisi malah bilang tdk tau soal itu dan disuruh tunjukan mana oknum yg mengambil STNK saat razia,karna alot terpaksa buat STNK baru dan merogoh kocek sendiri utk membuat STNK baru tersebut… hebat bukan? tapi km ikhlas kok pak polisi, km udah ikhlas dunia akherat kok hehehe…

  8. jangankan punya SIM gan, malah polisi skarang ini banyak yg menggunakan kendraan (mobil/ motor) yg di tangkap (bermasalah) di daerah saya tinggal dan juga mereka teman saya makanya saya tahu, dengan seenak nya bilang kalau kami pakai mobil ini siapa yg nangkap, katanaya..!! jadi penegakan hukum di negara kita masih jauh lah dari yg adil menurut saya.

Ketik Komentar Anda