ktm indonesia

ARIPITSTOP.COM – Pekan ini masih ramai diperbincangkan perihal kelakuan Romano Fenati ketika balapan di Moto2 yang menekan tuas rem milik pembalap lain di trek. Karir Romano Fenati di dunia balap kini terancam musnah. Romano Fenati, mendapat black flag alias didiskualifikasi dari Moto2 San Marino (9/9/2018). Romano Fenati sudah dipecat dari timnya dan juga diputus kontrak oleh MV Agusta sebagai tim yang akan menampungnya di musim 2019. Bukan hanya itu, lisensi balapnya juga sudah dicabut oleh federasi balap Italia bahkan hari jumat 14/09/2018 akan disidang oleh FIM Internasional untuk mengambil keputusan apakah lisensi balap internasionalnya akan dicabut juga.

Semua pembalap, pelaku balapan bahkan sampai netizen secara ramai2 mengecam aksinya yang berbahay tersebut, namun ada beberapa pembalap yang tetap memberikan moral kepada Romano Fenati terlebih ketika dirinya memutuskan untuk tidak terjun di dunia balap lagi dan hanya fokus untuk melanjutkan pendidikannya. Fenati dianggap layak untuk mendapatkan kesempatan kedua.

Joan Mir

Pembalap Estrella Galicia 0,0 Marc VDS Moto2, Joan Mir merupakan salah satu pembalap yang ‘berani’ menyuarakan dukungan moralnya untuk Fenati, ketika mayoritas orang justru mengecam dan berharap Fenati dilarang kembali turun lintasan untuk selamanya.

“Tahun lalu, kau adalah rival yang sangat hebat dan kau membuatku tampil mencapai limit sepanjang musim. Kita menjalani ribuan pertarungan, tapi kau selalu berlaku seperti pembalap dan atlet yang hebat di lintasan. Kita kerap kali bertemu di podium, dan aku menghormatimu karena kau tak hanya berhati besar dalam kemenangan, tapi juga dalam kekalahan,” ungkap pembalap asal Spnyol ini.

“Kurasa kau orang yang baik. Jangan menyerah, dan berjuanglah demi masa depanmu sebagai pembalap. Setiap orang layak mendapat kesempatan kedua dan bahkan ketiga. Berusahalah mengatasi karakter impulsifmu yang kadang justru mengkhianati dan mengecohmu. Dan kembalilah ke lintasan sebagai rider yang hebat seperti dirimu selama ini. Masih ada ribuan pertarungan lagi yang akan kita jalani,” tutup rider yang akan membela Suzuki Ecstar MotoGP tahun depan ini.

View this post on Instagram

Ciao @fennyfive , el pasado GP de Misano cometiste un error injustificable poniendo en riesgo la vida de un compañero. Esta acción no es digna de un piloto como tú, y por supuesto merecía un duro castigo. El año pasado fuiste un gran rival y me llevaste al limite durante toda la temporada, tuvimos mil y una batallas, pero siempre te comportaste como un gran piloto y deportista en la pista. Coincidimos muchas veces en el podio, y pude apreciar que eras noble no solo en la victoria, sino también en la derrota. Creo eres una gran persona. No te rindas y lucha por tu futuro como piloto, todo el mundo merece una segunda y hasta una tercera oportunidad. Trabaja para corregir esos impulsos que a veces te traicionan y te juegan malas pasadas, y regresa a la pista como ese gran piloto que eres. Nos quedan mil batallas por disputar!!! 💪💪💪 @motogp

A post shared by MIR36 (@joanmir36official) on

Alvaro Bautista

Pembalap Angel Nieto Team MotoGP, Alvaro Bautista merupakan salah satu pembalap yang meninggalkan komentar sepakat dalam unggahan Mir di Instagram.

“Sungguh disayangkan. Entah apa yang dipikirkan Fenati, karena bagaimana pun kerasnya aksi salip, aksi macam itu seharusnya tak dilakukan. Ia akhirnya menyadari bahwa itu bukan tindakan yang benar dan aksinya membuat orang lain dalam bahaya. Harusnya ia berpikir lebih dulu. Saya rasa hal macam ini tak layak dibicarakan dalam dunia balap motor,” ujarnya.

“Kesempatan tak hanya harus diberikan kepada pembalap, tapi kepada manusia. Sudah jelas bahwa pembalap harus mendukung satu sama lain. Saya paham bahwa Joan memberikan dukungan karena mereka bertarung bersama, tapi aksi Fenati sudah di luar batas dan tak terkendali. Apa yang dilakukan Joan sangatlah baik,” ungkap Bautista kepada Marca.

Toni Elias

Juara dunia Moto2 2010, Toni Elias melontarkan komentar senada. Rider Spanyol ini pernah mengalami insiden serupa, yakni saat dirinya mengalami cekcok dengan Fonsi Nieto pada 2004 silam. “Saat itu saya ingin membunuhnya. Saya sangat marah. Tapi hingga kini, kami masih berteman,” ungkapnya kepada Marca.

“Apa yang dilakukan Fenati bukanlah aksi bertahan, justru berbahaya dan tak boleh dilakukan. Atas alasan itulah larangan dua kali balap dijatuhkan demi menghukumnya. Ia sudah mendapatkan penalti dan tak mendapatkan poin. Tapi menghancurkan karier olahraga seseorang dengan cara memutus kontraknya yang sekarang dan kontraknya di masa depan rasanya berlebihan,” ungkap Elias.

“Romano masih muda dan ia harus belajar. Ini adalah bukti bahwa dirinya punya masalah dalam pengendalian diri, tapi harusnya ia ditolong. Ia harus mendapat pertolongan dari psikolog atau ‘pelatih’ untuk mencari tahu cara mengendalikan sifat impulsif di atas motor,”

source : marca, motorsport, bola.net

4 KOMENTAR

  1. Masa iya benar2 gak boleh ikut semua ajang balap motor? Kalo macam rally dakar motor atau isle of man tt kan cuma sendirian/jauh2an, gak mungkin terulang juga dong?
    Gak kebayang Simoncelli kalo balapan jaman sekarang, dulu dia kan bikin Barbera sampe nyungsep keguling dari depan

Ketik Komentar Anda