ARIPITSTOP.COM – Direkorat Lalulitas (Ditlantas) Polda Metro Jaya akan memberlakukan aturan baru bagi masyarakat yang ingin membuat Surat Izin Mengemudi (SIM). Nantinya, setiap masyarakat yang ingin memiliki ataupun memperpanjang SIM pribadi wajib mengikuti tes psikologi atau psikotes.

Penerapan tes psikologi bagi penertiban SIM merupakan amanah dari pasal 81 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan sebagainya yang dituangkan dalam pasal 36 peraturan Kapolri No 9 tahun 2012 tentang surat izin mengemudi.

Kasie SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar menjelaskan tes tersebut akan dilakukan tertulis. Bisa di Polda Metro Jaya atau dari lembaga psikologi yang biasa mengadakan tes psikologi mengemudi. Bila di Satpas, maka akan dikenakan biaya karena tergolong dalam tes kesehatan.

Pembuatan maupun perpanjang SIM akan dikenakan biaya tambahan sebesar 30ribu rupiah.

Kemudian untuk soal tes psikologi ini para pemohon SIM baru akan dihadapkan dengan 24 soal sedangkan untuk perpanjangan SIM akan dihadapkan dengan 18 soal. Uji psikologinya sudah terkomputerisasi. Pemohon akan disuguhkan pernyataan tentang gambaran perilaku di dunia nyata. Pernyataan tersebut nanti apakah sesuai dengan dirinya (pemohon) atau tidak. Nanti di komparasikan dengan standar Peraturan Kapolri (Perkap). Pemohon diberi waktu 30 detik untuk mengerjakan satu soal, targetnya adalah 15 menit untuk segera dapat menyelesaikan soal-soal tersebut.

Jika pemohon gagal tes psikologi, maka bisa dilakukan pengulangan namun akan dilakukan edukasi terdahulu kenapa bisa tidak lolos uji psikologi.

Guna meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya, mulai tanggal 25 Juni 2018 para pembuat SIM diwajibkan untuk mengikuti tes psikologi. Tes ini berlaku untuk semua jenis pembuatan SIM.

Sumber : kompas.com

7 KOMENTAR

  1. Terlepas dari duit lagi, bagus juga sih biar pelaku jalanan lebih adem coz di Jakarta pada suka otot ototan bukannya saling menyadari posisi berkendara mana salah mana benar kalau terjadi insiden sedikit aja, tapi nggak tahu juga akan berpengaruh nggak nanti di lapangan

Ketik Komentar Anda