ARIPITSTOP.COM – Sebuah “Dream Team” sempat terdengar belum lama ini dari kubu Repsol Honda yang menandemkan dua pembalap juara dunia yaitu Marquez dan Lorenzo, namun boleh dibilang “Dream Team” tersebut tidak menjadi sesosok tim yang menakutkan karena Lorenzo gagal menjinakkan RC213V. Lalu apa jadinya jika Rossi bertandem dengan seorang Mick Doohan.

Mick Doohan, mengaku ingin bertandem dengan Valentino Rossi pada 2000 namun keinginan tersebut gagal terwujud. Doohan mengalami kecelakaan dan mengakibatkan cidera lutut parah membuat impian itu sirna karena ia harus pensiun mendadak pada awal 1999. Hal ini ia sampaikan dalam kanal YouTube Australian Motorcycle Grand Prix.

“Saya ingin Rossi sebagai tandem saya. Saya rasa takkan jadi masalah, toh ia akan bekerja di garasi yang berbeda, dan kami didukung sponsor berbeda,” ungkap Doohan.

Saat Doohan pensiun, Rossi tengah dalam perjalanannya menuju gelar GP250. Setelah Doohan gantung helm, Honda pun memutuskan seluruh krunya diserahkan kepada Rossi untuk musim 2000. Bersama mereka, Rossi langsung jadi runner up, dan sukses merebut gelar dunia pada 2001.

“Vale sangat cepat sejak awal, dan itulah alasan saya ingin ia jadi tandem saya. Saya yakin bakal jadi tantangan yang berat. Saya akan memberinya banyak masalah, dan ia juga akan memberi saya masalah tak kalah banyak,” ungkap Doohan.

visordown, Rossi and Doohan, Czech MotoGP Race 2008

Menurut Doohan, tak ada yang lebih baikdari seorang Rossi. Pantas jika Yamaha memberikan segalanya buat Rossi lintasan balap. Doohan juga mengomentari peluang Rossi membela Petronas Yamaha SRT tahun depan, yakni saat usianya mencapai 42 tahun. Doohan yakin, The Doctor masih punya kemampuan mumpuni yang bisa membantu Yamaha mengembangkan YZR-M1.

“Saya rasa Yamaha akan memberinya perangkat terbaik meski ia membela tim satelit. Selain itu, tak ada yang lebih baik darinya dalam mengembangkan motor. Ia sempurna, masih kompetitif,” tutur Doohan.

“Saya kagum pada dedikasinya, karena ia juga mampu naik podium meski harus start dari posisi 8. Masalahnya adalah sulit untuk tahu siapa yang punya kecepatan seperti Marc Marquez,” pungkas Doohan.

Advertisements

Ketik Komentar Anda