ARIPITSTOP.COM – Belum ada kepastian kapan akan digelarnya balapan MotoGP maupun WSBK di musim 2020 menimbulkan berbagai spekulasi berbagai gagasan dan berbagai rumor. MotoGP dan WSBK keduanya dibawah naungan Dorna namun keduanya memiliki perbedaan yang signifikan karena MotoGP merupakan balapan motor protoype sedangkan WSBK memakai motor produksi massal, lalu bagaimana jika keduanya digelar secara bersamaan di pekan yang sama?.

Saat ini target Dorna menggelar balapan MotoGP mulai pertengaha tahun 2020 sekitar bulan Juli yang minimal akan digelar 10 seri, begitu juga dengan WSBK yang sama sekali belum tahu kapan akan dimulai. Akibat belum ada kejelasan jadwal balapan MotoGP dan WSBK musim 2020, Presiden FIM, Jorge Viegas, menyodorkan gagasan agar MotoGP dan WorldSBK 2020 digelar secara bersamaan sebagai langkah antisipasi penyelenggaraan musim balap yang singkat akibat pandemi virus corona.

Atas usulan tersebut, Ezpeleta selaku CEO Dorna Sports langsung naik pitam. Meski Dorna merupakan promotor MotoGP dan WorldSBK, Ezpeleta tak sepakat dengan gagasan Viegas. “Itu tak masuk akal. Stasiun televisi membayar kami untuk pekan balap dan saya takkan menggelar MotoGP dan WorldSBK di sirkuit dan pekan balap yang sama,” ujar Ezpeleta via Diario AS.

Ezpeleta menjelaskan, kedua balapan tidak akan mungkin digelar dalam waktu yang sama di sirkuit yang sama, namun bisa saja dilakukan balapan WSBK digelar sepekan setelah balapan MotoGP di sirkuit yang sama. Keduanya tidak bisa disatukan karena dari segi sponsor yang berbeda kemudian pemakaian ban juga berbeda.

“Jika MotoGP dan WorldSBK digelar bersamaan, maka logo mana yang akan harus kami pasang di podium? Michelin atau Pirelli? Tampaknya orang-orang suka mengatakan hal-hal aneh. Kali ini Viegas lah yang mengatakannya, tapi saya sudah membantah,” ungkap Ezpeleta.

Ezpeleta juga menyatakan bahwa gagasan Viegas sangat bertentangan dengan protokol physical distancing yang ingin diterapkan Dorna di MotoGP ketika balapan dimulai nanti, yakni mengurangi jumlah anggota kru tim yang diperbolehkan bekerja di paddock.

“Tak terbesit sedikit pun di pikiran kami untuk menggelar MotoGP dan WorldSBK bersamaan. Lagipula kami ingin mengurangi jumlah orang di MotoGP. Jika kami bawa WorldSBK, WorldSSP 600, dan WorldSSP 300, maka jumlah orangnya jadi 2.000, bukannya 1.300 seperti yang kami inginkan,” ungkapnya.

Ezpeleta pun mengaku tak habis pikir karena dirinya harus berulang kali menjelaskan misi Dorna Sports tersebut. “Entah apakah orang-orang ini mendengarkan saya atau tidak. Saya tak tahu mengapa mereka suka mengatakan hal-hal macam ini,” pungkas

Advertisements

Ketik Komentar Anda