ARIPITSTOP.COM – Mendapatkan hasil yang kurang bagus saat sesi tes pra musim 2020 membuat beberapa pihak berspekulasi jika Honda akan kesulitan menjalani musim 2020. Bahkan sesi tes pra musim terakhir di Qatar, kondisi teknis motor milik Marquez diyakini belum maksimal begitu juga dengan kondisi badan Marquez yang masih dalam tahap penyembuhan setelah operasi. Namun pada akhirnya balapan MotoGP 2020 mendapatkan penundaan akibat mewabahnya virus corona di dunia, dan banyak yang berpendapat jika situasi ini sangat menguntungkan Honda.

Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, menanggapi opini para rival yang meyakini penundaan MotoGP 2020 akibat pandemi virus Corona memberi waktu kepada pabrikan untuk kembali mengembangkan tunggangan Marquez. Namun opini tersebut dibantah, akan tetapi Puig tidak sepenuhnya membantah karena dalam situasi ini diri pribadi Marquez yang paling diuntungkan.

Marquez diketahui tengah menjalani tahap penyembuhan setelah proses operasi. Pada bulan November 2019 yang lalu, Menginap di Rumah Sakit Universitari Dexeus-Quiron, Marquez dinyatakan mengalami dislokasi parsial di bagian bahu kanan. Padahal, Marquez baru saja melakukan operasi serupa di akhir tahun 2018 lalu untuk bahu kirinya. Alberto Puig, mengatakan, pengobatan dan masa pemulihan Marquez akan cukup memakan waktu. Sebab, tim juga meminta agar bahu juara dunia 2019 itu dilakukan pengecekan lebih dalam dan melihat kemungkinan lainnya.

Operasipun sukses dijalani namun ternyata saat sesi tes pra musim 2020, kondisi Marquez belum fit 100%.

“Kenyataannya, Marc mungkin memang bahkan belum sampai 60% pulih saat uji coba lalu, dan mungkin penundaan ini bisa membantunya. Tapi tak seorang pun menginginkan kekacauan (musibah virus Corona) ini, dan kami ingin memulai musim seperti biasa,” ujarnya kepada EFE seperti yang dilansir Crash.net.

Namun dia menolak jika dikatakan Honda diuntungkan dalam situasi ini, karena justru Honda menjadi satu-satunya tim yang paling siap balapan di Qatar 2020 yang resmi dibatalkan akibat pandemi virus Corona.

“Kami justru pihak pertama yang menunjukkan apa yang kami punya di Qatar, berkebalikan dengan asumsi banyak orang. Pabrikan lain belum menunjukkannya, jadi bagaimana bisa kami ambil untung dari itu?” ujar Puig.

“Honda tak punya niatan memodifikasi apa pun, karena pertama, mesin tidak dirakit dalam lima menit. Siapa pun yang bilang penundaan MotoGP memberi waktu untuk Honda membuat mesin lain, tak memahami situasi yang sebenarnya,” lanjut Puig.

“Satu-satunya hal yang bisa saya katakan dengan pasti adalah, jika ada pihak yang bertindak tak adil di kejuaraan ini, maka mereka sudah pasti bukan Honda, karena IRTA sudah sudah dapat data yang dibutuhkan dari kami. Saya tak bisa bicara detail, tapi yang jelas adalah beberapa paket yang sudah kami jajal di Qatar,” tutupnya.

Advertisements

Ketik Komentar Anda