ARIPITSTOP.COM – Kawasaki sebelumnya memberikan statement jika turun balap di MotoGP ikut sulit karena butuh biaya yang besar sekali, saat ini Kawasaki sukses di WSBK danbterus bertahan karena biaya balap di WSBK jauh lebih murah dibandingkan MotoGP. Namun ternyata, Kawasaki pernah mengajukan untuk ikut balap meski pakai fasilitas wildcard menggunakan Ninja ZX-10RR, tapi ditolak oleh Dorna.

Musim terakhir Kawasaki menarik tim pabrikan mereka dari MotoGP pada akhir 2008, dan terakhir menurunkan motor di kejuaraan itu pada 2009 lewat Hayate Team bersama Marco Melandri. Sudah 11 tahun balapan MotoGP tanpa ada Geng Ijo, meski Dorna disebut2 terus merayu pihak Kawasaki namun usaha tersebut selalu mental. Hal ini kompak dinyatakan Project Leader Ninja ZX-10RR, Yoshimoto Matsuda, dan Kawasaki Racing Team Director yang juga insinyur senior Kawasaki, Ichiro Yoda. “Beberapa orang bilang begitu. Tapi MotoGP bukanlah cara yang tepat bagi kami,” ungkap Matsuda kepada Speedweek.

Kawasaki kesulitan jika harus terjun balapan di MotoGP, kondisi finansial juga menjadi salah satu faktor utama, terlebih jika turun di MotoGP maka mereka tidak mau hanya finish sebagai penggembira.

“MotoGP terlalu mahal untuk Kawasaki. Ini adalah keputusan dari bagian finansial kami. MotoGP butuh dana setidaknya 10 kali lipat dibanding WorldSBK. Untuk MotoGP, Anda butuh 60-70 juta euro per tahun, sementara Honda saja menghabiskan 100 juta euro,” ujar Ichiro Yoda.

“Sebagai tambahan, kami tak bisa meyakinkan manajemen tertinggi Kawasaki jika kami hanya bisa finis kelima di MotoGP. Anda pasti menginginkan kemenangan, tak peduli di kategori apa. Itulah alasan WorldSBK jauh lebih masuk akal bagi Kawasaki, jika dilihat dari segi finansial,” tutup Yoda.

Namun ternyata, baru2 ini pihak Dorna mengkonfirmasi jika Kawasaki pernah mengajukan wildcard untuk menurunkan Ninja ZX-10RR di balapan MotoGP. CEO Dorna Sports selaku promotor MotoGP, Carmelo Ezpeleta, secara mengejutkan menyebut Kawasaki, pabrikan yang mundur total dari MotoGP pada akhir 2009, sempat meminta turun balapan sebagai wildcard tahun ini. Hal itu ia sampaikan kepada GPOne.

“Baru-baru ini Kawasaki bertanya soal kemungkinan turun sebagai wildcard dengan motor superbike. Saya bilang ‘tidak’, karena wildcard hanya untuk para peserta MotoGP. Saya suka bicara apa adanya. Saya rasa ini bukan satu-satunya solusi, tapi ini jelas yang terbaik untuk kami,” tutupnya.

Fasilitas wildcard MotoGP hanya boleh digunakan oleh para konstruktor peserta, di mana pabrikan berkonsesi (KTM dan Aprilia) dapat jatah enam balapan, sementara pabrikan tanpa konsesi (Honda, Ducati, Yamaha, dan Suzuki) hanya boleh turun di tiga balapan.

Advertisements

2 KOMENTAR

Ketik Komentar Anda