ARIPITSTOP.COM – Meski tinggal di salah satu negara pengguna motor terbanyak di dunia, namun kesadaran masyarakat Indonesia saat berkendara masih rendah. Salah satu pelanggaran yang masih sering dilakukan beberapa pengendara motor Indonesia ialah mengangkut dua orang penumpang atau lebih contohnya suami di depan lalu boncengin anak paling depan atau di tengah lalu ada istri yang duduk paling belakang.

Sedangkan aturan di Indonesia, boncengan bertiga atau membawa anak kecil di depan pengendara motor dikenakan denda Rp250 ribu. Seperti yang sudah tertuang di dalam Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pada aturan tersebut di Pasal 106 dijelaskan bahwa motor dilarang membawa penumpang lebih dari satu orang. Maka jika pengendara tersebut adalah suami yang sedang memboncengi istri di belakang, dan satu anak di depan atau ditengah, akan didenda. Berikut bunyinya;

“Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa kereta samping yang mengangkut Penumpang lebih dari 1 (satu) orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (9) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1(satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)”.

10 KOMENTAR

  1. “Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa kereta samping yang mengangkut Penumpang lebih dari 1 (satu) orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (9) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1(satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)”. jadi seumpama punya anak kecil ( di bawah 1 tahun) maka anak tersebut di titipkan ke polisi saja ya? SERIUS TANYA????

  2. Mau komentar apa juga bingung, memang niat dari peraturannya sih bagus. Tapi kalau kemana mana harus naik angkutan umum juga belum tentu bisa menjangkau dan waktunya tertentu saja. Saya harap ada solusi lain dari pemerintah mengenai masalah ini..

  3. Berdo’a aja semoga semua pemotor indonesia jadi pada punya mobil… aamiin… biar macet nya gk ketulungan
    Bonceng istri + balita di larang, mu naek angkot gk ada jalur, mau naik ojol zona merah ojol dilarang ambil penumpang, mau naik ojek pangkalan sama aja istri sama anak kita di bonceng ojek jadi 2orang,
    Yg bikin aturan orang kaya, jadi gk pernah ngalamin

  4. Bayi dan anak titip kan saja di kantor polisi.. Siapkan penitipan anak di setiap polsek gitu mungkin ? …. Melayani masyarakat …

    Berdoa saja semoga semua yg sudah berumah tangga, punya mobil semua.. Biar makin kacau jalanan…

    Niat dari berkendara anak istri adalah menghemat biaya, atau bisa jadi hanya itu kendaraan yg mereka punya dan atau tdk ada akses angkutan umum ke tempat tujuan.

    Kalo di lihat di jalanan.. Mereka yg naik motor bersama keluarga jauh lebih pelan… Dibandingkan mereka yg naik motor bawa pacar yg kadang ugal²an

Ketik Komentar Anda