ARIPITSTOP.COM – Fabrizio Brutti, kepala kru Mario Suryo Aji di Moto3, menilai musim pertamanya di Eropa bersama Astra Honda Racing Team dan membeberkan langkah-langkah selanjutnya dalam proses pengembangannya.

Akhir pekan ini, Mario Suryo Aji akan menjalani putaran terakhir Moto3 Junior World Championship untuk mengenang rekan satu timnya, Afridza Munandar, yang meninggal akhir pekan lalu akibat kecelakaan saat balapan di Sepang International Circuit, Malaysia. Sebelum tragedi tersebut, Fabrizio Brutti merefleksikan musim balap pertama Mario Suryo Aji di Eropa. Fabrizio menyoroti karakter yang bagus dan kemampuan untuk membalap dengan cepat dari pebalap muda ini, sesuatu yang langsung bisa dilihat oleh tim. Setelah satu musim yang sudah dijalani sejauh ini dengan tiga kali finis 10 besar dari lima kali dia menyelesaikan balapan, Brutti kini menargetkan Mario bisa finis lima besar, sekaligus mengurangi jumlah jatuhnya di balapan FIM CEV.

Dengan Afridza masih di dalam hati dan pikiran, Mario akan melanjutkan pengembangannya pada putaran terakhir Moto3 Junior World Championship 2019 di Valencia akhir pekan ini, sekaligus menutup musim pertamanya yang memuaskan di Eropa.

Bagaimana Anda melihat dia sebagai individu?
“Dia masih muda, dari Asia, dari Indonesia, dengan level edukasi yang sangat tinggi. Itu sudah jelas. Dia sangat baik, begitu juga dengan orang lain. Dia sangat ramah, begitu juga dengan tim. Dia benar-benar anak yang baik.”

Bagaimana Anda melihat Mario sebagai pebalap?
“Dia sangat terus terang dan ketika memiliki masalah akan ngomong, dan ketika tidak ada masalah, dia tidak akan bilang apa-apa. Sudah tentu bagi mekanik, bagi saya, jauh lebih mudah untuk bekerja seperti ini, karena ketika pebalap berhenti dan turun dari motor lalu berkata, ‘Saya kesulitan di tikungan ini di bagian ban belakang’ akan lebih mudah buat kami untuk mencari solusi. Dalam hal ini, dia sangat bagus.”

Ini merupakan musim pertama Mario di FIM CEV. Apa target Anda bersama dia?
“Target selalu sulit untuk dikatakan. Mereka datang ke sini, dengan motor berbeda, level persaingan jauh lebih tinggi, begitu juga dengan treknya. Jadi, target pada tahun pertama selalu soal belajar. Lalu pada tahun kedua targetnya adalah soal hasil balapan.”

Selama musim ini, apa dari dia yang paling berkembang?
“Sudah tentu pemahaman motor. Karena motor berbeda dengan yang dia pakai sebelumnya di Idemitsu Asia Talent Cup. Motor di sini jauh lebih… bukan soal sulit untuk melakukan setup, tetapi kamu punya pilihan jauh lebih banyak, dan terkadang jadi sangat mudah untuk melakukan kesalahan. Sekarang dia mengerti bagaimana motor bekerja, apa yang dia suka, dan kami berusaha di bagian itu.”

Apa tantangan yang paling sulit?
“Hal paling sulit adalah level persaingan, karena sebenarnya level di sini hampir sama dengan di Moto3 World Championship. Ada sekitar 20 motor pabrikan di lintasan, dan kamu tidak punya motor yang jauh lebih cepat dibanding pebalap lain. Masalahnya adalah bagaimana mengatur saat sesi kualifikasi, ban yang harus kamu pilih dan itu tidak gampang, serta bagaimana menghadapi tekanan. Ini merupakan bagian yang paling sulit.”

“Dia sudah membuat langkah besar sejak di Aragon dan langkah berikutnya adalah terus lebih cepat, untuk memangkas selisih dari lima pebalap tercepat.”

Apa langkah berikutnya untuk Mario?
“Dia sudah membuat langkah besar sejak balapan di Aragon dan langkah berikutnya adalah terus lebih cepat, untuk memangkas selisih dengan lima pebalap tercepat, tetapi di sisi lain tetap aman di atas motor. Mengurangi terjatuh, lebih cepat dalam catatan waktu, dan harus melakukannya sendiri saat di lintasan… itu yang lebih sulit. Ini merupakan langkah terakhir sebelum dia bisa benar-benar memenangi balapan.”

Sebelum tahun ini, dia membalap di persaingan Asia. Apa perbedaan utama antara balapan Asia dan FIM CEV?
“Sudah jelas, levelnya. Level para pebalapnya, level para mekanik, begitu juga dengan lintasan balapnya. Normalnya mereka membalap di lintasan yang sulit – jauh lebih kecil – dan ini seperti tidak penting, tetapi kenyataannya sangat penting, karena ketika kamu datang ke sirkuit yang besar, seperti di Barcelona dan Aragon, akan jauh lebih sulit untuk tahu bagaimana bisa membalap dengan cepat.”

Musim ini dia menyelesaikan lima balapan, dan tiga di antaranya finis top 10. Apakah kamu sudah menduga hasil ini?
“Ya, mengapa tidak? Kami sudah tahu sejak awal bahwa anak ini punya potensi bagus karena tanpa pengalaman dia sudah mencapat waktu putaran yang bagus. Targetnya adalah selalu menang, dan ketika kamu mulai mendekati hal itu, balapan akan semakin sulit, tetapi kami sedang menuju ke sana.”

Apa yang kamu harapkan dari Mario pada putaran terakhir musim ini?
“Saya tidak mengharapkan sesuatu yang berkaitan dengan hasil. Saya hanya berharap dia bisa terus di jalurnya, belajar, dan mulai mengurangi jatuh. Ini penting, dan hanya itu. Jika kami berhasil meraih hasil bagus di sini pada akhir musim, itu bagus. Jika tidak, tak masalah. Hal yang penting buat saya adalah persiapan untuk tahun depan dan memulai musim baru di posisi yang bagus untuk bersaing demi meraih hasil lebih bagus.”

Ketik Komentar Anda