ARIPITSTOP.COM – Menurut Jeremy Burgess, Rossi sudah semakin tua untuk balapan. Gagal finish di MotoGP Jepang semakin memperjelas jika performa balapan Rossi sudah mulai menurun, meski begitu Rossi masih bertekad mempertahankan ritme balapnya dengan mengganti kepala mekanik untuk musim depan.

Rossi mengawali balapan motor sejak bergabung bersama Aprilia di kelas 125cc (sekarang Moto3) pada musim 1996. Hingga kini sudah mengoleksi 9 gelar juara dunia itu telah memasuki masa senja dan hal ini ditunjukkan dengan penurunan performa yang cukup signifikan. Bisa dilihat jika dulu start terlempar di sepuluh besar bisa finish podium bahkan menjuarai balapan, kini hasil kualifikasi tak jauh beda dengan hasil balapan.

Rossi terlihat masih memiliki motivasi yang menggebu untuk tetap tampil kompetitif. Hal ini terlihat dari keputusan dia mengganti kepala mekanik terhitung mulai musim depan. Sosok Silvano Galbusera yang telah menangani motornya sejak tahun 2014 akan digantikan oleh Davide Munoz yang berusia jauh lebih muda.

Jeremy Burgess, yang pernah bekerja sama dengan Rossi pada periode tahun 2000-2013 menyatakan bahwa Rossi lebih baik segera mundur dari ajang yang telah membesarkan namanya.

“Mungkin Valentino Rossi sudah bertahan terlalu lama di MotoGP,” ujar Burgess, dilansir dari Tuttomotoriweb.com.

“Hal yang paling membuat saya sedih adalah bahwa hasil balapannya tidak beda jauh dengan hasil kualifikasi,” tutur dia.

“Sebelumnya, kami tidak pernah merasa khawatir jika dia start di posisi 10. Kami tahu bahwa dia akan mampu memperbaiki posisinya dan meraih podium di akhir balapan.”

“Hal ini mungkin menjadi tanda bahwa dia sedang memasuki fase penurunan dalam kariernya. Siapa tahu?” kata Burgess lagi.

Burgess bukanlah orang sembarangan bagi Rossi, dikenal sebagai sosok penting di balik bersinarnya Rossi pada awal dekade 2000-an. Mekanik asal Australia tersebut membantu The Doctor meraih semua gelar juara dunia 7 kali di kelas premier.

4 KOMENTAR

Ketik Komentar Anda