ARIPITSTOP.COM – Mudik bawa bensin cadangan sebenarnya perlu g sich?, perlu tapi berbahaya, kalau kepepet harus bawa maka harus diperhatikan tingkat keamanan agar tidak terjadi kebakaran saat di jalan.

Pengalaman sendiri mudik pakai motor tahun 2008, 2009 dan tahun 2010 ketika itu naik motor Yamaha Mio generasi awal, bisa dibayanginkan konsumsi motor matic yang satu ini. Saya selalu membawa bensin cadangan untuk jaga2 ketika agar motor isi bensin di SPBU sudah melewati wilayah Cirebon, kenapa ?, kalau ada yang mengalami bagaimana antrian di SPBU sepanjang jalur pantura pasti kita langsung males untuk ngantri, bayangkan saja hanya untuk antri isi bensin di SPBU butuh waktu hingga dua jam lebih. Kalau beli di pedagang eceran sudah pasti kena harga mahal.

Ketika itu saya membawa bensin cadangan dibawa dalam sebuh derigen yang volumenya sekitar 4 liter, tidak sembarang asal bawa saja. Waktu itu derigen hanya saya isi 3/4 dari kapasitas derigen tujuannya agar tidak tumpah karena di jalan pasti penuh dengan goncangan. Bukan hanya itu, bagian atas derigen tepatnya di bagian pegangan saya lobangin kecil, sebesar paku kecil agar uap bensin bisa keluar dan tidak menimbulkan ledakan.

Belum sampai disitu, lobang kecil tadi saya lilitkan kain, tujuannya agar uap bensin terserap oleh kain, tidak langsung keluar karena bisa bahaya jika terkena panas atau percikan api.

Itu yang saya lakukan ketika mudik tahun jadul😂😂😂, dan memang sangat bermanfaat karena saya tidak perlu ikut antri di SPBU yang antrinya sampai mengular. Kalau yang pernah mengalami musik tahun 2008an keatas pasti tahu deh kepadatan Pantura, apalagi tahun 2016 kemarin, sepanjang Pantura macet panjang.

Namun saat ini jika kita terpaksa mau bawa bensin cadangan, pastikan tempatnya yang aman, jangan pakai botol minuman air seperti yang ada di gambar diatas. Sekarang sudah banyak penjualan botol khusus untuk menampung bahan bakar atau minimal sich pakai derigen.

Dan pastikan bensin ditaruh jauh dari knalpot dan terserempet kendaraan lain.

Advertisements

2 KOMENTAR

Ketik Komentar Anda