ARIPITSTOP.COM – Gerry Salim akan menjalani debut Moto3 World Championship di Mugello, akhir pekan ini, menggantikan Ai Ogura yang cedera untuk Honda Team Asia pada Italian Grand Prix. Gerry dibimbing oleh Astra Honda sejak bergabung dengan Astra Honda Racing School in 2010, dengan hasil terbaiknya sejauh ini adalah ketika dia menjadi juara ARRC kelas Asia Production 250cc pada 2017.

Sejak 2018, Gerry mewakili Astra Honda dan Indonesia di kompetisi FIM CEV – tahun lalu di kelas Moto3 dan tahun ini di kelas Moto2. Debut Grand Prix akhir pekan ini akan menjadi langkah terbesarnya yang sudah dimulai bersama Astra Honda pada kejuaraan lokal di Indonesia dan puncaknya adalah kesempatan untuk bersaing di level tertinggi dalam persaingan ajang balap dunia.

Kamu akan menggantikan Ai Ogura pada GP Italia akhir pekan ini. Apa artinya buatmu bisa balapan di World Championship?
“Saya sangat senang bisa mendapatkan kesempatan untuk menjalani debut di Moto3 World Championship dan saya akan menjalaninya sekuat tenaga dan memberikan yang terbaik di Mugello. Saya sedikit tegang, tetapi terutama karena saya sangat senang akhirnya hal ini bisa terjadi. Ini akan menjadi balapan pertama saya di World Championship dan saya harus menikmatinya.”

Apa yang menjadi targetmu pada GP ini?
“Target saya adalah belajar sebanyak mungkin, dan kalau bisa bersaing dengan grup depan dan meraih poin.”

Setelah beberapa bulan memacu motor Moto2, bagaimana kamu mempersiapkan diri kembali memakai motor lebih kecil?
“Saya sudah melakukan banyak balapan dengan motor Moto3, meskipun sudah enam bulan sejak terakhir saya memacunya hingga dua hari tes di Barcelona pekan lalu. Banyak sekali yang kami lakukan selama dua hari tes tersebut. Pada hari pertama saya melakukan ratusan lap, yang membuat saya lebih mengenal motor. Pada hari kedua, kami fokus pada catatan waktu dan kami bisa mendapatkan feeling yang bagus dengan motor.”

Apakah kamu suka Sirkuit Mugello?
“Saya suka sirkuit ini. Saya membalap di sini tahun lalu pada kompetisi Red Bull Rookies Cup dan mencatat waktu tercepat kedua saat sesi kualifikasi, meskipun motor saya bermasalah saat balapan dan akhirnya harus berhenti. Saya suka sirkuit ini karena karakternya cepat, serta memiliki banyak tikungan super-cepat dan beberapa yang hard braking.”

Kamu sudah bersaing di FIM CEV sejak 2018. Ingatkah kamu masa-masa sebelum datang ke Eropa, bersama Astra Honda Racing School?
“Saya mulai bergabung dengan Astra Honda Racing School pada 2010. Pelatih kami waktu itu adalah pebalap Jepang, Noburu Ueda. Itu menjadi pengalaman yang sangat bagus buat saya karena dia adalah pebalap yang luar biasa dan banyak memberi kami motivasi. Sebelum bergabung dengan Astra Honda Racing School, keluarga yang mendukung saya di dunia motorsport. Lalu Astra Honda memanggil saya untuk bergabung karena mereka selalu mencari pebalap-pebalap muda Indonesia, dan memberi para pebalap ini kesempatan untuk membalap bersama mereka.”

Ketik Komentar Anda