ARIPITSTOP.COM – Lorenzo mengaku kecewa hanya bisa finish diurutan ke-12, balapan di rumah sendiri yang seharusnya menjadi kebangkitan setelah terpuruk di tiga seri sebelumnya, faktanya Lorenzo belum bisa meraih hasil yang memuaskan.

“Jelas saya tak bisa senang atas balapan ini. Saya tak bisa antusias. Logis bila saya sedih, kecewa, dan cemas. Tapi saya akan coba bertahan. Besok (6/5) kami akan menjalani uji coba yang penting, ada banyak yang harus dijajal, dengan harapan beberapa perangkat bisa membantu saya lebih cepat,” ungkap Lorenzo dilansir dari Crash.net.

Lorenzo mengaku sedih, cemas karena tidka kunjung menyatu dengan motor Honda RC213V. Hal ini hampir sama yang terjadi dua tahun lalu ketika pertama kali pindah dari Yamaha ke Ducati, Lorenzo bisa move on justru di tahun kedua selepas pertengahan seri dan ketika itu sudah memutuskan untuk pindah ke Honda.

“Jelas ini masa yang berat, dan saya akan berusaha positif. Ini satu-satunya mentalitas yang bisa saya miliki. Jelas jika start dari barisan 1-2, saya bisa lebih leluasa. Mungkin pada 3-4 lap pertama saya bisa lebih cepat. Nyatanya, saya sudah berkendara sendirian di posisi 13 dan 14, dan saya tak punya ritme yang baik,” ujarnya.

“Saya tak nyaman balapan. Saya lamban. Jika Anda cepat, Anda bisa memperbaiki catatan waktu, posisi, margin… Tapi saya tak bisa melakukannya karena saya tak cukup kompetitif. Anda bisa lihat dari wajah saya, yang jelas bukan wajah bahagia. Ini semua ada alasannya,” tuturnya.

Meski begitu, Lorenzo tak mau menyerah, sebagai pembalap dengan status juara dunia dia sadar harus terus berusaha menjinakkan motor barunya.

“Saya tak suka balapan seperti hari ini. Saya telah mengerahkan segalanya tapi tak bisa cepat. Saya tak suka posisi ini, tak suka kondisi ini. Tapi saya adalah seorang juara, dan seorang juara akan terus bertarung sampai menemukan solusi, dan saya pasti akan menemukan solusi.” pungkas Lorenzo.

Ketik Komentar Anda