ARIPITSTOP.COM – Kalau kita melihat balapan seri perdana di Qatar, Marquez harus berjibaku dengan Alex Rins dan Dovizioso di barisan terdepan. Tampak beberapa kali Marquez dengan mudah diovertake oleh Alex Rins dan Dovizioso hingga akhirnya Marquez harus mengakui jika motornya kalah kencang dengan Ducati terutama di trek lurus.

Marquez mengungkapkan jika salah satu fokus Honda dalam mengembangkan mesin motornya adalah karena motor Desmosedici lebih kencang dari RC213V terutama di trek lurus.

“Selama musim dingin, di Honda, mereka terobsesi dengan top speed. Ketika mereka melihat motor lain lebih cepat dari kami, mereka tidak bisa menerimanya. Ketika Anda punya mesin yang kuat, ada mekanik dan alat untuk menangani [masalah apa pun].” ungkap Marquez dilansir dari Motorsport.

Namun sebenarnya motor Ducati kalah kencang untuk urusan top speed, ketika balapan di Qatar saja top speed dari Dovizioso tidak masuk 10 besar. Motor milik Marquez menyentuh kecepatan 352 km/jam, sedangkan top speed yang ditorehkan DesmoDovi adalah 346,3 km/jam – menempatkannya pada posisi ke-11.

Paolo Ciabatti, menjelaskan kenapa Ducati tertinggal dalam hal top speed karena berkaitan dengan revisi aturan aerodinamika yang tidak lagi memungkinkan skuat Borgo Panigale menggunakan fairing tanpa winglet.

“Tahun lalu, Dovizioso balapan di Qatar tanpa winglet dan itu memungkinkan Anda untuk mendapatkan kecepatan maksimum yang lebih tinggi. Namun, berdasarkan regulasi baru, kami harus melakukan homologasi fairing dengan winglet, dan Anda tidak dapat memakainya di beberapa sirkuit tertentu. Fakta itu berarti kecepatan maksimum motor kami telah menurun.” ujar Ciabatti.

sumber : motorsport.com

4 KOMENTAR

Ketik Komentar Anda