ARIPITSTOP.COM – Tidak sembarangan membuat Polisi tidur, sebenarnya dibuatnya Poldur untuk mengurangi laju kendaraan akan tetapi jika sembarangan membuat Poldur justru bisa menimbulkan kecelakaan, apalagi Polisi tidur yang hanya terbuat dari potongan ban bekas.

Membuat Polisi tidur di daerah lingkungan perumahan wajib mendapatkan izin sampai tingkat walikota. Tak dapat dipungkiri keberadaan speed bump atau dikenal dengan Polisi Tidur mampu mengurangi laju kendaraan, baik mobil maupun motor. Namun jangan asal membuat Poldur, karena ancaman kurungan pidana 1 tahun jika terbukti bersalah.

Semuanya ada pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan yaitu Pasal 4, ayat 1. Adapun peraturan tersebut antara lain, alat pembatas kecepatan mesti ditempatkan pada jalan di lingkungan pemukiman, jalan lokal yang mempunyai kelas jalan III C dan jalan-jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi. Selain itu perlu didahului dengan rambu peringatan.

Untuk syarat pembuatan polisi tidur ini terdapat pada pasal 5, yaitu pembatas kecepatan kendaraan harus dibuat dengan ketinggian maksimal 12 cm, lebar minimal 15 cm, dan sisi miring dengan kelandaian maksimal 15 persen.

Seperti tertulis pada Pasal 26 ayat (1) UU LLAJ, yang menyebut:

“Tidak ada perizinan untuk masyarakat umum untuk membuat polisi tidur karena kewenangan ada di pemerintah (khusus untuk jalan tol diselenggarakan oleh badan usaha jalan tol).”

Sedangkan bagi siapa saja yang tak mengindahkan aturan tersebut, maka telah disiapkan ketentuan pidana sesuai Pasal 28 ayat (1) dan (2) dengan ancaman hukuman pidana.

Sebagaimana diterangkan dengan rinci pada Pasal 274 dan 275 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum yaitu ;

“Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah)”.

2 KOMENTAR

  1. Ini yg ane demen, jangan mentang2 warga setempat jalan umum kaya jalan punya sendiri.
    Ngga cuma poldur aja, nikahan, slametan, yasinan.l jgn ampe make yang bukan hak nya. Alih2 cari pahala tapi dosa yang didapat plus penjara.

  2. di daerah sekitaran ane nih banyak poldur padahal jalanan biasa (jalan penghubung kejalan raya). ngeselin banget warga yg bikin dari ban bekas, mana kadang ada baut penyatunya yg nongol keluar bisa bikin bocor ban. mana tinggi tinggi buatnya, jadi pegel aja ane soalnya naik kopling. jalan baru lepas dikit dah narik lagi mangkanya kadang kesel trabas aja (jalanan cenderung sepi padahal, terus masih ada trotoar pejalan kaki sekitar 50cm di depan rumah warga). ini ga sesuai regulasi tapi lapor juga percuma kayanya.

Ketik Komentar Anda