ktm indonesia

ARIPITSTOP.COM – Musim 2018 ini memang boleh dibilang menjadi musim yang terpuruknya bagi tim Yamaha di MotoGP, sudah puasa kemenangan lebih dari 23 kali tentunya ini bukan rekor bagus meskipun masih bisa naik podium bahkan Rossi berada di peringkat 3 klasemen sementara pembalap MotoGP setelah balapan di terakhir di Thailand. Namun ketika memasuki sirkuit Buriram ternyata Yamaha mempunyai kemajuan yang cukup signifikan dimana Vinales mampu podium ketiga dan Rossi berada di posisi keempat yang bahkan sempat leading ketika balapan berlangsung.

Ketika di Aragon beberapa pekan kemarin, Yamaha pernah mengutarakan keinginannya merubah jadwal balapan Moto2 digeser setelah balapan MotoGP atau digelar sebelum balapan Moto3, jadi rule balapannya Moto3, MotoGP, Moto2 atau Moto2, Moto3, MotoGP. Managing Director Yamaha, Lin Jarvis yang menurutnya urutan jadwal MotoGP bisa merugikan bagi para pembalap. Alasan utamanya adalah bekas ban Moto2 yang menempel di aspal bekas balapan membuat kinerja ban Michelin yang ada di M1 tidak optimal.

Teapi usulan dari Yamaha tersebut langsung mendapatkan respon dari pihak Ducati yang menolak tegas perubahan regulasi jadwal balapan karena menurutnya balapan MootGP ya sudah sesuai seperti sekarang yaitu Moot3, Moto2 dan terakhir MotoGP.

“Bagi kami jadwal (balapan) tidak boleh berubah. Kami tidak melihat kebutuhan itu untuk melakukannya. Ini adalah usulan, saya belum mendengar proposal resmi, tetapi sejauh yang kami ketahui, kami tidak melihat kebutuhannya,” ungkap Tardozzi

“Kita dapat berbicara tentang segalanya, tetapi kita harus ingat bahwa regulasi ini juga diberlakukan untuk melindungi cost (biaya), jadi jika ada tim pabrikan dalam masalah … tapi saya tidak berpikir bahwa Yamaha memiliki masalah “.

Tardozzi lebih lagi menjelaskan bahwa sebenarnya Yamaha saat ini tidak memiliki masalah, hanya saja karena sudah terbiasa dengan kemenangan maka dianggap sebuah bencana oleh Yamaha meskipun sebenarnya Tardozi melihat itu bukan sebagai bencana karena Tardozzi meyakini jika Yamaha segera bangkit.

“Mereka memiliki motor yang bagus, mereka memiliki sedikit masalah yang akan mereka pecahkan dengan pengalaman mereka dan dengan pembalap mereka. Saya pikir mereka akan sangat kompetitif baik di akhir musim ini dan tahun depan. Saya pikir mereka sudah terbiasa menang terlalu banyak, jadi ketika Anda tidak menang untuk sementara waktu, itu menjadi bencana, tapi saya tidak berpikir itu adalah bencana”, ujar Tarzozzi kepada Sky Sport MotoGP via PaddockGP.com.

Dan di akhir wawancaranya, Tardozzi pun memberikan kritikan halus kepada Yamaha, “Dia memberi nasihat kepada Yamaha: “Kita harus percaya pada kekuatan kita sendiri, di perusahaan kita, di teknisi kita. Di Yamaha, mereka memiliki semua keterampilan untuk melakukan hal yang benar. Apa yang mengganggu saya adalah bahwa Anda ingin mengubah aturan hanya karena, pada titik tertentu, Anda berada dalam krisis. Kita kemudian harus mendorong tim kami untuk mendapatkan hasilnya. Meminta untuk mengubah aturan ketika Anda berada dalam krisis tampaknya tidak layak untuk pabrikan seperti Yamaha.” pungkas Tardozzi.

6 KOMENTAR

  1. Kalo yamaha yang bermasalah semua menekan yaa..
    Walaupun tim besar tapi pengaruh yamaha belom sekuat honda dan ducati..yayayaaaa hahahaaa

  2. usul boleh aja, tinggal kekuatan finansial dan politik aja yg harus kuat juga utk menekan

    kalo honda yg punya usul, seringnya diterima, krn unsur finansial dan politik yg kuat, contoh peraturan rookie, usulan turun cc jadi 800, lalu naik lagi jadi 1000, dll

    di masa depan harusnya KTM juga kuat pengaruhnya utk soal ini

  3. Yamaho emang lagi kesulitan dengan grip motornya, makanya putar otak biar bisa menutupi kelemahan tersebut. Liat aja di Thailand kemarin, rossi disalip di trek lurus dengan mudah, cz grip waktu keluar tikungan g ada. Hahaha. Kasian.

Ketik Komentar Anda