ktm indonesia

ARIPITSTOP.COM – Dovizioso menjadi satu2nya pembalap yang memungkinkan untuk mengejar poin milik Marquez, namun dengan selisih 72 poin ternyata Dovizioso sudah menyatakan berat untuk mengejar poin Marquez. 

Dovizioso, sudah menyerah dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2018. Dovizioso hanya mampu finis di urutan kedua pada balapan MotoGP Aragon di MotorLand Aragon, Minggu (23/9/2018). Di lain sisi, pembalap Repsol Honda, Marquez, berhasil keluar sebagai pemenang MotoGP Aragon. Performa Ducati di Aragon sejauh ini cukup memprihatinkan. Khususnya Dovizioso, ia kesulitan meraih hasil bagus sejak bergabung dengan skuat Borgo Panigale tahun 2013.

Namun, segalanya berubah akhir pekan ini. DesmoDovi tampil kuat sejak FP1, ditutup dengan perlawanan sengit hingga penghujung balapan kepada Marquez, meski akhirnya kalah dengan selisih 0,648 detik.

“Apa yang terjadi akhir pekan ini sangat-sangat penting, bahkan lebih penting dibandingkan Misano. Di Misano sangat penting. Namun di sini [Aragon], bahkan lebih penting, karena ini mengonfirmasi peningkatan kami. Peningkatan ini kenyataan, namun ini lebih penting untuk kedepannya.” ujar Dovizioso kepada motorsport.

“Ini adalah cara saya ingin melihat akhir pekan. Karena kami datang dengan kepercayaan diri besar dari pesaing lainnya, mereka berpikir kami dapat menang mudah. Namun tidak pernah seperti ini, dan saya sangat senang bagaimana kami membaik dari tahun lalu, itu intinya. Sayangnya kami tak bisa menang, kami mencoba hingga lap terakhir. Tapi kami harus belajar dan menganalisa kenyataan, dan kenyataanya kami melakukan langkah bagus, langkah besar.” tambah Dovizioso.

Meski tampil bagus di Aragon, tetapi dengan selisih 72 poin dan melihat performa Marquez saat ini membuat Dovizioso pesimis untuk bersaing merebut gelar juara dunia dengan Marquez.

“Tidak mungkin dengan selisih 72 poin bisa mengalahkan Marquez. Secara matematika memang masih memungkinkan, tetapi situasi saat ini tidak memungkinkan,” ujar Dovizioso.

5 KOMENTAR

Ketik Komentar Anda