ARIPITSTOP.COM – Paceklik kemenangan yang sudah lebih dari satu musim membuat Vinales menginginkan Yamaha introspeksi dan merombak tim, bisa dilihat dari catatan sejak MotoGP Belanda 2017, sebanyak 22 seri telah dilalui para pembalap Yamaha tanpa satupun kemenangan. Periode ini jelas merupakan periode terburuk dalam sejarah keikutsertaan Yamaha di MotoGP.

Vinales mengakui bagian elektronik menjadi permasalan utama, dirinya harus beradaptasi dengan susah akibat motor yang tidak bisa berakslerasi setelah melibas tikungan. “Kini di MotoGP segalanya adalah soal elektronik, dan Anda harus paham benar soal ban. Kami butuh tim yang baik di sektor elektronik. Ini sangat penting,” ungkap Vinales kepada MotoGP.com.

“Salah satu masalah terbesar saya adalah saat masuk tikungan, karena tahun lalu, saya bisa balapan sedikit lebih agresif, jadi saya bisa balapan dengan gaya balap saya sendiri. Tapi tahun ini saya harus balapan lebih halus. Saya tak bisa beradaptasi pada pengereman yang mulus, jadi sangat sulit untuk tampil kompetitif.” ujar Vinales.

“Tentu tim kami bekerja dengan sangat keras, tapi kami harus berada di level yang baik di semua lintasan. Jika ingin meraih gelar dunia namun kami terus begini, maka bakal sulit. Jadi target utama kami pada musim dingin nanti adalah memperbaiki elektronik,” lanjut Vinales.

Vinales meyakini jika punya motor yang bagus maka dirinya dan Rossi bisa meraih kemenangan dengan mudah.

“Bila saya dan Vale punya setup yang baik, saya rasa kami akan punya peluang besar untuk meraih kemenangan. Jadi Yamaha harus bergerak dan memperbaiki diri,” tuturnya.

Menjelang MotoGP Aragon akhir pekan ini, Vinales tak punya ekspektasi tinggi, namun uji coba yang ia jalani di tempat yang sama pada awal bulan ini membuatnya optimis. “Jujur saja kami senang kami telah melakukan langkah besar. Di (uji coba) Aragon kami menjajal beberapa hal untuk musim depan dan kami sangat senang atas hasilnya, jadi kita lihat saja nanti,” pungkasnya.

2 KOMENTAR

Ketik Komentar Anda