ARIPITSTOP.COM – Punya dua pembalap hebat dalam satu tim sudah menjadi resiko mereka saling bersaing untuk menjadi yang paling depan, bisa dilihat ketika balapan di San Marino kemarin, dua pembalap Ducati saling memacu motornya untuk menjadi yang paling terdepan tak peduli meski mereka dalam satu tim.

Punya dua pembalap bagus juga bisa membuat keduanya tidak akur, bersaing lebih sengit, hingga risiko pun kian tinggi. “Punya dua pembalap top tampak seperti sebuah keuntungan, tapi juga ada kemungkinan mereka bisa mencuri poin dari satu sama lain, atau bahkan lebih buruk,” ungkap Ciabatti kepada GPOne.

“Di Jerez, Dovi ingin menyalip Jorge, Jorge berusaha bertahan, lalu terjadi kecelakaan (dengan Dani Pedrosa). Di Le Mans, hal sebaliknya terjadi. Dovi ada di depan, mencoba mencetak margin dan akhirnya jatuh. Dari hal ini kami telah belajar: demi mengalahkan seorang juara seperti Marc Marquez, yang tak hanya cepat tapi juga konsisten, menggabungkan dua pembalap top bukanlah pilihan ideal,” lanjutnya.

Petinggi Ducati ini pun secara terbuka mengatakan kalau Dovizioso akan menjadi pembalap nomor satu di tim pabrikan Ducati musim depan, mengingat kemampuan dan peluangnya merebut gelar dunia selama dua tahun belakangan terbukti tinggi. Di lain sisi, Ducati akan tetap berusaha mendukung Petrucci dengan perangkat terbaik.

“Dovi akan jadi satu-satunya pembalap kami, dan Danilo adalah rekan setimnya. Kami tak memakai sebutan ‘pembalap kedua’, tapi Dovi telah terbukti berpeluang meraih gelar dunia, dan di antara keduanya ada rasa hormat. Mungkin bergabung dengan tim pabrikan akan memberi Danilo hal ekstra, yang jelas tak bisa ia dapatkan di Pramac,” pungkas Ciabatti.

Seperti yang kita kalau Lorenzo akan pindah ke Honda mulai musim depan dan posisinya akan digantikan oleh Petrucci. Keduanya akan sama-sama memakai Desmosedici GP19 dan mendapat dukungan teknis serupa, namun Ciabatti mengaku Dovizioso akan lebih diistimewakan.

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Satrialscm rider Batalkan balasan