ktm indonesia

ARIPITSTOP.COM – Tensi memanas antara kedua pembalap Ducati menjelang balapan di Brno Ceko. Dovizioso membuka perseteruan dengan menyebut pendekatan Lorenzo selama di Ducati tidak tepat. Dovizioso mengaku tetap pada pendapatnya meski Lorenzo telah membukukan dua kemenangan pada musim ini, di Italia dan Catalunya. Di sisi lain, Lorenzo menuding Dovizioso mencoba menjatuhkan mentalnya pada awal musim ini. Lorenzo pun mengaku kepada Movistar bahwa kecewa berat atas pernyataan pembalap Italia tersebut.

Dovizioso menganggap Lorenzo berada di posisi yang salah dan tidak memecahkan masalah yang ada. Dovizioso menyatakan hasil Lorenzo ini bukanlah akhir dari masalah Ducati. Dovizioso juga mengungkapkan bahwa gaya balapan Lorenzo tidak cocok di tim Ducati.

“Dia memenangi dua balapan. Memenangi dua balapan tak menyelesaikan masalah selama 1,5 tahun. Lorenzo tak didatangkan hanya untuk memenangi dua balapan. Jadi, saya tak berubah pikiran,” ujar Dovizioso, seperti dilansir Motorsport, Jumat (3/8/2018).

Atas pernyataan Dovizioso tersebut, Lorenzo pun mencoba untuk menanggapinya.

“Saya agak muak dengan situasi ini, apalagi ketika saya menghadapi masalah dan dia menang, saya justru berada di bawah (podium) dan bertepuk tangan untuknya. Apa yang saya katakan di Argentina, meski menjadi kejutan besar, Anda bisa lihat saya memang benar,” ungkap Lorenzo kepada Movistar.

Kemelut yang terjadi antara kedua pembalapnya, sang bos akhirnya angkat bicara. Menurut Davide Tardozzi, apa yang diungkapkan Dovizioso tidak sepenuhnya salah. Bos Ducati ini mencoba untuk menengahi keduanya.

“Mari lihat, Dovi berkata bahwa Ducati tidak merekrut Jorge Lorenzo untuk menang dua balapan, dengan jelas itu bukan sebuah kontroversi,” kata Tardozzi

“Dovi ingin memuji Jorge Lorenzo dengan berkata bahwa dia adalah seorang pembalap juara dan itu sebabnya Ducati merekrut dirinya. Dovi tidak berkata, ‘Dia hanya menang dua balapan jadi Ducati salah’,” ujar Tardozzi menambahkan.

4 KOMENTAR

  1. Mentang2 dapet pole, sombong… Padahal walaupun dapet pole tetep sang raja start bakal memimpin di awal2 lap… Cuman gk konsisten aja masalah nya…

Ketik Komentar Anda