ARIPITSTOP.COM – Dihadapkan pada sebuah dilema, itulah yang kemungkinan saat ini terjadi di dalam internal Ducati, resmi berpisah dengan Lorenzo namun justru performa Lorenzo semakin membaik dan berkebalikan dengan Dovizioso yang tampil apik di musim 2017 lalu.

Setelah Ducati mau merubah desain tangki sesuai keinginan Lorenzo, pembalap asal Spanyol ini langsung memperlihatkan performa seorang juara dunia dengan mampu juara dua kali berturut2 di Mugello dan Catalunya. Hasil ini jauh lebih baik dibandingkan rekan satu timnya yang baru mengoleksi satu kemenangan dari 7 seri yang sudah digelar dan tercatat tiga kali tidak bisa finish.

“Ketika dia gagal di Le Mans (Prancis), dia tidak memiliki tekanan seperti yang dialami Lorenzo,” kata Claudio Domenicali dikutip dari Marca.

“Saat di Le Mans, dia lebih kuat daripada Lorenzo, dia memiliki balapan di tangannya (menguasai balapan), tapi dia gagal,” lanjutnya.

Boa Ducati ini menyebutkan jika kemungkinan Dovizioso terlalu percaya diri, dia mengatakan kalau tiga kali tidak bisa finish dalam 7 seri adalah hal yang buruk, bahkan dua kali mengalami kesialan dalam tiga seri terakhir.

“Mungkin terlalu banyak ketenangan, terlalu banyak kepercayaan diri. Dua kesalahan dalam tiga balapan itu terlalu banyak,” ujar Domenicali.

7 KOMENTAR

  1. bos tim yg terlalu hoby mengkritik anak buah, gak sabaran, klo dovi ngambek terus cabut lagi gimana ya?

Ketik Komentar Anda