ktm indonesia

image description

ARIPITSTOP.COM – Musim pertamanya di Yamaha, Vinales mendapatkan ujian di paruh musim kedua dengan sulitnya naik podium bahkan hanya sekedar untuk unjuk barisan paling depan saat balapan. Masalah mendera yang diduga berasal dari motor M1 yang kurang kompetitif hingga akhirnya di seri terakhir Valencia kembali memakai spek mesin 2016.

Masalah belum berakhir disitu saja karena dari hasil test pra musim di Sepang dan Buriram ternyata permasalahan semakin sulit ditemukan, Vinales sempat menghilang di hari terakhir test di Sepang ketika sesi simulasi balap akibat raihan lap time yang tidak memuaskan.

Rossi menilai pada saat sesi test pra musim masih harus berbenah pada elektronik serta ban belakang yang masih stragle. “Masalah besar adalah Anda tidak pernah tahu apa yang diharapkan. Ini seperti bermain kartu. Dan semua pembalap sangat kuat dan sangat dekat. Situasi dari tahun lalu telah kembali, bahwa Anda tidak tahu apa yang bisa berubah antara pagi dan sore hari, apalagi dari hari ke hari. Ini situasi yang sangat aneh, yang baru saja saya alami tahun lalu dalam karier saya. Meskipun kami sudah memiliki ban Michelin, yang kinerjanya lebih konsisten.” ujar Rossi.

“Sejak tahun lalu, semuanya bisa berubah dalam sekejap. Ini adalah ujian sulit bagi Yamaha. Saya lebih bahagia di Malaysia daripada di sini, dan kami berharap segalanya akan membaik di Qatar. Kami tahu kita harus bekerja sebagian besar pada elektronik, tapi saya tidak berpikir akan ada sesuatu yang baru dalam hal itu di tes berikutnya di Qatar.” imbuhnya.

Sedangkan berbeda dengan pernyataan dari Vinales yang memberikan stateman bahwa sebenarnya untuk masalah elektronik di M1 dirasa pengembangannya cukup banyak. “Seperti yang Saya katakan, jika kami ingin memenangi gelar juara, saya harus memiliki motor yang sesuai untuk gayaku. Dan sejujurnya, dalam hal elektronik, kami melakukan perbaikan cukup banyak. Senang rasanya merasa cepat lagi.” Ujar Vinales.

Dari statemant kedua pembalap diatas sudah menjelaskan jika sepertinya kedua pembalap tidak kompak soal permasalahan yang mendera pada motor M1. Bahkan lewat jurnalis Movistar, Vinales melontarkan statmen yang bisa membuat hawa panas di dalam garasi Yamaha Movistar.

“Saya mencoba untuk membuat motor Yamaha yang bisa cocok denganku. Saya tidak akan mampu melakukan balapan dengan motor yang dibangun sesuai karakter orang lain, karena Saya tidak membalap dengan gayanya. Kupikir kami harus berkonsentrasi untuk diri sendiri. Musim 2017 Saya sangat fokus dan motor pun bekerja dengan baik. Tahun ini Yamaha mencoba untuk berbagi data dan kupikir ini tidak akan berjalan dengan baik.” ujar Vinales.

Kalau sampeyan baca berita sebelumnya (klik disini), Team Director Yamaha, Massimo Meregalli mengakui jika selama ini masukan dari Rossi lebh berharga dibandingan Vinales. Pengalaman yang menjadi alasan kuat menjadi alasan serta sosok yang telah memenangi tujuh gelar juara kelas premier, menjadikannya otoritas yang mapan dalam hal pengembangan YZR-M1.

“Penilaian Valentino lebih penting daripada yang dimiliki Maverick dan ini normal,” kata Meregalli kepada Motorsport.com.

“Saya mencoba untuk membuat motor Yamaha yang bisa cocok denganku. Saya tidak akan mampu melakukan balapan dengan motor yang dibangun sesuai karakter orang lain”.

Dari pernyataan Vinales tersebut seperti tersirat bahwa Vinales menginginkan pengembangan motor M1 miliknya sendiri, Vinales tidak bisa memakai motor yang memakai spek karakter pembalap lain. Apakah akan terjadi pemisahan garasi seperti waktu Rossi vs Lorenzo atau bahkan kejadian Sepang Clash akan kembali terulang kembali…

9 KOMENTAR

Ketik Komentar Anda