ARIPITSTOP.COM – Kenapa sekarang para biker lebih suka membeli motor matic ? cowok saja sekarang lebih suka naik motor matic, faktanya 75% penjualan motor sekarang dikuasai oleh segmen motor matic. Kenyamanan dan praktis menjadi faktor utama kenapa motor matic laris manis di pasaran. Namun jangan terbuai oleh nyamannya naik motor matic sehingga kita lupa untuk merawatnya.
instagram-aripitstop

Perawatan motor matic tak semudah motor konvensional, membutuhkan perawatan lebih terutama bagian CVT. Selain service ringan motor matic perlu perhatian khusus bagian CVT-nya karena motor matic mengaplikasi tipe kopling kering komponen didalamnya terdapat banyak part yang mudah aus karena didalam CVT sebagian besar sparepartnya harus terbebas dari pelumas alias kering.

Biasanya kita service ke bengkel hanya menyebutkan untuk melakukan service ringan, jika bengkel yang kita kunjungi tidak aktif menanyakan riwayat service motor kita maka biasanya bagian service CVT akan tertinggal bahkan tidak pernah diservice. Maka penting bagi kita untuk membaca buku petunjuk service yang kita peroleh saat membeli motor baru. Kita harus aktif sendiri tidak bisa mengandalkan bengkel langganan kita.

Seperti yang terjadi pada motor matic yang satu ini, lihat penampakan gambar paling atas. Tidak menyangka kalau itu sebuah penampakan V-Belt yang putus, bentuknya seperti benang kusut tidak berbentuk. Itulah sebabnya kenapa motor matic harus dilakukan service CVT secara rutin meski tidak ada indikasi kerusakan, lebih baik mencegah daripada repot kemudian.

Konsumen banyak yang cenderung hanya mengetahui bahwa motor matic hanya perlu service CVT saat penggantian V-Belt saja, itu persepsi yang amat sangat salah karena bagian CVT bukan hanya V-Belt saja. Apalagi penggantian V-Belt rata2 motor matic sekitar 24-25 ribu km.

Banyakyang harus dicek seperti roller, part ini yang paling sering aus, tingkat keausan roller tergantung dari pemakaian si biker, semakin sering motor digeber di rpm tinggi maka roller akan lebih cepat ausnya, beda jika motor dipakai jalan nyantai maka roller lebih awet.

Motor matic mengaplikasi tipe kopling kering, meskipun tipe kering namun ada part yang memakai pelumas yaitu ”Grease” pelumas khusus dengan tingkat panas yang lebih tinggi. Grease ini juga ada umur pakainya jika pelumasannya sudah tidak maksimal maka dipastikan part yang harusnya terlumasi oleh grease akan cepat aus. Disini juga seal yang berfungsi menjaga agar grease tidak keluar dari part yang harus dilumasi jika seal bocor maka grease akan merembes keluar dan bisa membasahi kampas kopling yang seharusnya kering dan bisa mengakibatkan kampas kopling jadi selip akhirnya motor terasa bergetar saat akslerasi awal.

Intinya semua part CVT harus kita cek semua, untuk idealnya service CVT adalah setiap 6 bulan sekali atau maksimal 10ribu km. Cek dengan rutin, pihak pabrikan mengatakan penggantian V-Belt bisa sampai 25 ribu km, itu hanya maksimalnya… karena bisa saja V-Belt putus ketika motor baru jalan 15 ribu km, karena tingkat keausan V-Belt juga dipengaruhi oleh cara pemakaian dan perawatan kita.

Service bukan berarti harus ganti part, namun memeriksa kondisi part, jika masih bagus maka hanya dibersihkan saja tapi jika sudah aus maka perlu ada penggantian sebelum terjadi kerusakan dan merembet ke part lain.

5 KOMENTAR

  1. 15rb km udh ancur? sering betot ini mah,… emang enak sih tinggal betot doank, pas putus komplain klo kualitas amburadul.. padahal tangan kanannya amburadul

Ketik Komentar Anda