image description

ARIPITSTOP.COM – Hari rabu 10 Mei 2017 kemarin, saya beserta teman2 blogger seperti tmcblog.com, iwanbanaran.com monkeymotoblog.com dan sthepenlangitan berkesempatan menajajal sebuah motor dual purpose dari Astra Honda Motor. Bertempat di bukit hambalang sentul dan disini terkenal ada tanjakan curam bernama tanjakan babe.

instagram-aripitstop

Sebelumnya saya juga pernah mencoba motor dual purpose milik kompetitor, namun beda tempat kala itu di sirkuit motocross di daerah pondok cabe, tapi kali ini bersama AHM bukan disirkuit namun benar2 garuk tanah yang penuh dengan jalanan rusak, licin, aspal rusak hingga banyak kubangan lumpur kita libas disitu.

Sudah terbiasa naik motor matic atau motor sport diaspal tentunya kaget ketika dihadapkan dengan medan yang benar2 baru akan dirasakan, apalagi sebelumnya belum terlalu dekat Honda CRF250 Rally karena hanya tes ride di jalanan biasa bukan medan offroad seperti ini.

Sebagai pemanasan saya mencoba motor yang lebih kecil dulu, sempat ngicipin pakai motor trail yang lebih kecil dan kapasitas mesin juga lebih kecil agar tidak kaget ketika melibas medan offroad menggunakan CRF250 Rally, apalagi saat itu pada malam harinya lokasi trek habis diguyur hujan bahkan saat kita sampai lokasi disambut dengan gerimis2 mengundang.

Dihadapkan dengan CRF250 Rally awalnya memang ragu2 karena belum terbiasa dengan motor trail, saya memiliki tinggi badan 173cm dan bobot 72kg ( perut sudah buncit, lagi mau program diet). Sedangkan CRF250 Rally memiliki seat height 895mm, Wheelbase yakni 1,455mm dengan caster angle / rake sebesar 28,1° dan ukuran trail 114mm dan jarak terendah ke tanah 270mm. Berat model ini 155 kg.

Dan ditambah lagi dengan bagian roda depan dengan ukuran 21 inchi dan 18 inchi belakang, motor ini tampak tinggi banget ketika dalam kondisi diam, namun jika sudah duduk diatas joknya, dipadu dengan sok USD dari Showa ternyata nyaman banget bro. Kaki masih bisa menyentuh tanah dan menyeimbangkan motor dengan kedua kaki.

Bahkan kaki kanan bisa menahan nyaman ketika kaki kiri diangkat, tolong abaikan perut buncit.

Nggak butuh lama langsung pencet starter dan masukkan gigi 1 kemudian langsung pindah ke gigi 2, kenapa langsung pakai gigi 2?, bagi yang tidak belum terbiasa buat pemula seperti saya jangan pakai gigi 1 dulu karena torsinya yang jengat nanti kaget malah nyusruk.

Gas plintir pelan2 dan apa yang didapat setelah riding ?, enak banget ini motor nyaman puoool ayunan soknya ngalahin kasur tempat tidur saya. Bahkan ketika motor berhenti saya tidak perlu terlebih dulu menurunkan kaki sebelah kiri seperti biker yang memiliki ketinggian dibawah 170cm.

Jadi buat biker 170cm keatas, pas banget ini motor buat diajak muter2 apalagi ini motor dual purpose, diatas aspal ok.. uat garuk tanah siapa takut.

Buat malam mingguan juga bisa lo…

9 KOMENTAR

    • biasa pesan sponsor khas oondah om, agar kelihatan wah banget torsinya 😉
      Aslinya gigi 1lepas kopling tanpa gas jg stall 😆

Ketik Komentar Anda