Balapan Tanah Air Berduka, Penonton Menyeberang Road Race di Sidoarjo Merenggut Dua Nyawa (2)

Kejuaraan ‘Bupati Sidoarjo Cup FDR Honda Supermoto Road Race Challenge 2016’ yang digelar di bekas Jalan Tol Porong Gempol, Kecamatan Jabon, Sidoarjo pada hari minggu 21/02/2016 menelan dua korban nyawa dan tiga orang kritis.

Dari informasi yang saya kumpulkan dari detik.com dan blogger jatimotoblog bahwa korban jiwa berasal dari satu pebalap dan satu penonton. Kejuaraan ini diikuti oleh 126 peserta dibagi dalam 15 kelas serta disaksikan ratusan penonton. Kecelakaan pertama adalah dari pembalap kelas bebek standar 110 cc dan seorang penonton. Pembalap asal Bulak Banteng, Surabaya, yang bernama M. Andi (21) nyawanya tak tertolong saat perjalanan menuju RS Pusdik Gasum Porong. Pebalap ini menabrak pembatas lintasan hingga kepalnya mengeluarkan darah, dari informasi yang saya himpun bahwa ternyata dari TKP kecelakaan jarak dengan ambulan sangat jauh karena ambulans ada di garis start dan pihak panitia kurang sigap dalam menangani kejadian ini bahkan informasi dari detik.com tidak ada panitia yang mengantarkan korban ke RS hingga pebalap meninggal. Keluarga korban sudah mendatangi rumah sakit. Sokib (45), kakak korban menyesalkan sikap panitia. Menurut dia, hingga keluarga membawa jenazah Andi pulang namun tak ada satupun panitia yang ditemui di rumah sakit. “Saya kecewa,” imbuhnya

Balapan Tanah Air Berduka, Penonton Menyeberang Road Race di Sidoarjo Merenggut Dua Nyawa (1)

Korban kedua adalah penonton, informasi yang saya dapatkan bahwa penonton nekat nyebrang saat balapan berlangsung kemungkinan ini bisa terjadi akibat longgarnya pengamanan dari pihak panitia. Namun informasi dari detik.com seorang penonton yang tewas adalah M.Kuaeni (53). Warga Desa Kedung Banteng, Kecamatan Tanggulangin. Ketika menginjak kelas Supermoto 4 tak special engine 250 cc, seorang pembalap keluar jalur saat melakukan uji coba lokasi.

Semoga kejadian ini menjadi perhatian khusus buat IMI pusat agar semakin memperketat peraturan balapan resmi, karena pebalap dan penonton adalah aset utama dan menjadi tolak ukur atas keberhasilan suatu kejuaraan.

Balapan Tanah Air Berduka, Penonton Menyeberang Road Race di Sidoarjo Merenggut Dua Nyawa (2) Balapan Tanah Air Berduka, Penonton Menyeberang Road Race di Sidoarjo Merenggut Dua Nyawa (1)

sumber : detik.com, motorrio, rudy antoni

31 KOMENTAR

  1. yang salah pasti panitianya. ga siap dengan segala hal yang bisa terjadi, apalagi sebagian besar penonton road race kan agak2 tulalit gitu (mohon maaf buat korban penonton)…….

  2. nderek bela sungkawa kpd keluarga korban.
    Kumpulan orang gak becus jd panitia balap, jd gitu akhir ceritanya.
    Biasanya panitia cm mau cari untung, gak mikir keselamatan pembalap n penonton.
    Pebalapnya jg gak mikir. Kl lintasan gak aman, knapa msh ikut? Balap cari prestasi, bukan cari mati. Pebalap bukan beruang sirkus, . Tolong hargai nyawa kalian.

  3. pernah tinggal di sidoarjo..yg bisa saya katakan orang2 sana memang banyak yg berkebutuhan khusus saya gedek2 orang daerah situ memang tidak bisa di temui didaerah lain..apa gara2 kebanyakan asap industri ya

  4. Assalaamu’alaykum

    Pemerintah bisa ga ngupayakan (bahasa halus “nekan”) pabrikan otomotif untuk guyuran bikin sirkuit ya sebagai corporate social responsibility aka CSR…

    asik ngeruk untung je…ingat kasus kartel … untung buanyak jepun tu je… eh atau sapa tau dana dari pabrikan mengalir tapi di sudet ma hantu…

Ketik Komentar Anda