palsu

Harus teliti saat membeli, itulah jika kita tidak mau mendapatkan barang palsu. Hari ini dapat gambar dari bagian sparepart telah beredar sparepart palsu yang bisa merugikan biker.

P1110430

Next artikel akan saya bahas bagaimana cara membedakan antara part asli dengan yang palsu. Sebenarnya secara lisan sudah bisa terlihat jelas dari jenis bungkus dan barcode yang tertera. Seperti pada kasus berikut ini, sparepart mio lama berupa camshaft atau lebih sering kita sebut noken as.

komparasi

1. Dilihat dari bungkus saja sudah mengindikasikan barang palsu karena part asli pakai kardus sedangkan yang palsu pakai bungkus plastik.

2. Dari kode sparepart yang seharusnya 5TL-E2170-00 ditulis asal saja dengan kode STL-15580-01 untuk yang palsu.

3. Nama sparepart saja aneh…! yang seharusnya CAMSHAFT malah namanya jadi aneh ”AS KLEP MIO”, baru kali ini saya dengar istilah ”as klep mio”.

Dari tiga perbedaan diatas saja sudah jelas mencolok perbedaan antara yang asli dengan yang palsu. Sparepart palsu sudah pasti tingkat kepresisiannya sangat diragukan bukannya motor jadi sembuh malah bisa tambah sakit. Perbedaan harga juga tidak terlalu jauh seperti halnya camshaft mio ini harga HET 273ribu untuk yang palsu harganya 180ribu,ada juga yang cuma 90 ribu.

Kalau berniat beli part asli lebih baik beli di bengkel resmi yang terjamin kualitasnya…eiiiit…awas harga HET. Next artikel cara membedakan part asli dengan palsu.

Advertisements

29 KOMENTAR

  1. kalo part honda d dealer jauh bener ya harganya dari harga part katalog.. ada yang tau alasanya?? kalo yamaha harganya ga beda jauh sama part katalog

  2. di bengkel resmi lbh afdol..

    eh…tp saya pernah lho,waktu itu mau beli kiprok buat mio saya tp ternyata kosong lh anehnya oleh dr pihak bengkel nya malah suruh nyari di toko2 sparepart ,katanya di toko sparepart jg banyak ko..

    ya udah karena mendesak terpaksa nyari di toko2 sparepart. 🙂

  3. Alamaaaak…. Chamshaft atau Noken As kalo di daerah saya biasa disebut as klep atau kem. Jangan-jangan…. :mrgreen: ah, nggak mungkin… di kampung mayoritas bertani, nggak bakalan mumpuni bikin barang imitasi. Lha… alat-alat pertanian aja masih banyak yang versi manual 😀

  4. tanya, ada beres yg maenin HET gak sih ? cos yah kayak part gitu kan bukan sembako, jadi kadang kita gak mantau harga pasarannya brp… ini nanya beres yah kang, klo pinggir jalan sih samasamataulah 😀

Ketik Komentar Anda