ktm indonesia

ARIPITSTOP.COM – Beberapa waktu yang lalu, Iannone mempertanyakan perihal alasan kenapa dirinya didepak oleh Suzuki padahal penampilannya sudah mulai menyatu dengan GSX-RR terlebih dirinya terakhir mampu podium di GP Australia. Mengomentari penampilan apiknyaa di musim kedua bersama Suzuki yang semakin bagus, dirinya mempertanyakan kenapa justru Suzuki tidak mempertahankan dirinya dan lebih memilih Joan Mir untuk musim 2019.

Iannone mengaku tidak pernah akan mengerti alasan dirinya didepak Suzuki pada akhir musim ini.

“Saya tidak tahu dan tidak akan pernah memahaminya (Suzuki Mendapaknya), sulit untuk mengatakannya. 2017 merupakan tahun yang rumit bagi kami berdua (Iannone dan Rins) dan mereka (Suzuki) membuat keputusan itu,” ujar Iannone.

“2018 berjalan berbeda, saya pikir telah menunjukkan banyak hal, terutama ketika materi yang sesuai dengan permintaan tiba dan hasilnya mulai datang bagi saya dan Rins. Maaf saja, karena saya berpikir bahwa setelah tahun yang sulit seperti 2017, saya rasanya telah memberikan beberapa indikasi penting dan membuat motor lebih berkembang,” ungkap Iannone kepada Autosport setelah GP Australia pekan kemarin.

Namun Suzuki menganggap pertanyaan Iannone akhir2 ini hanya karena dia frustasi harus meninggalkan Suzuki akhir pekan ini disaat dirinya sudah mulai nyaman diatas GSX-RR. Ketika ditanya perihal pernyataan Iannone, Brivio dan Suzuki telah menjabarkan dengan sangat jelas mengapa pihaknya tidak melanjutkan kerja sama dengan Iannone setelah 2018.

“Saat kami memutuskan berpisah (dengan Iannone), kami berbicara dengan Andrea, dan memberi alasan kami,” ujar Brivio kepada Motorsport.com.

“Ini adalah strategi bisnis. Ketika memilih pembalap, Suzuki tidak hanya melihat hasil. Parameter lain juga penting, contohnya image yang diperlukan. Kami telah menjelaskan itu kepadanya.”

Brivio merasa komentar Iannone disebabkan rasa frustasi harus meninggalkan Suzuki, khususnya setelah mampu kompetitif dengan GSX-RR. Adapun, Phillip Island merupakan podium keempatnya tahun ini.

“Ia kecewa karena tak bisa memperpanjang kontraknya dengan kami, dan kata-katanya adalah ungkapan frustrasi. Itu adalah kata-kata yang didasarkan pada kekecewaan,” tambah Brivio. Mulai saat ini, masing-masing dapat memilih cara untuk mengekspresikan perasaan mereka.” Pungkas Brivio.

14 KOMENTAR

  1. Wah sayang… Suzuki berarti sudah kehilangan Vinales ditambah Iannone. Padahal keduanya pembalap bagus. Kalau Vinales masih di Suzuki mungkin dia lebih berkembang dibanding di Yamaha sekarang

  2. Suzuki mgkn lagi coba ngejar ketinggalan sama 3 raksasa lainnya (D, H, Y). Makanya mereka lg banyak gonta ganti pebalap. Padahal sayang bgt, jaman vinales sm aleix yg masih inferior aja mereka msh bisa merangsek ke 10 besar dan konsisten. Coba duo pebalap itu msh ada di suzuki pasti mereka bisa masuk 3 besar constructor paling gak.

  3. “Ini adalah strategi bisnis. Ketika memilih pembalap, Suzuki tidak hanya melihat hasil. Parameter lain juga penting, contohnya image yang diperlukan. Kami telah menjelaskan itu kepadanya”

    mungkin krn attitude nya si ianone kurang bagus, emosian

  4. Karena tidak konsisten juga, sering crash saat udah didepan, secara head to head mungkin memang kencang Iannone, tapi Rins lebih konsisten, terbukti poin sekarang udah dibalap Rins. Belum lagi pertimbangan attitude (ini kurang paham dah ane, gak pernah ketemu langsung, lol). Pertanyaannya, kenapa Mir? Itu masih belum jelas. Di moto2 aja masih struggle…

    • Ngga bisa dibilang struggle juga si apalagi ini masih tahun pertama dia di Moto2, liat aja Jack Miller malah sama sekali gak pernah ngerasain Moto2

      • Ya emang nggak terlalu struggle sih, cuma kurang konsisten, ini tahun pertama dan langsung naik kelas, rasanya gambling cukup tinggi nih.. Apa Suzuki mau coba mencari “next Vinales”?, semoga gak kabur pas udah bagus, lol.

  5. kan dari awal neken kontrak sma suzuki emang udah kelihatan the maniac joe ga sumbringan expresinya . Suzukinya aja yang terlalu over expectaction sama the maniac joe ini. alhasil begini dah ridernya jadi songong timnya sadi sembrono . tapi kelihatanya sudah mulai bagus nih suzuki dengan memberikan jalur pengembangan ke Rins. tahun depan di sinyalir jika tidak salah dalam pemilihan mesin Alex rins bisa goyang-goyang podium ganggu Marc,Dovi,Morbidelli(kalo di jadiin lab berjalanya yamaha itu juga). tapi saya mah tetp penasaran perkembagan Aprilia nanti memiliki rider The maicn joe|29 . feeling saya the maniac joe ini akan lebih cepat clicknya dengan aprilia sama dengan saat megendarai Ducati .
    kapan yah indonesia bisa punya sirkuit internasional lagi 🤣🤣🤣🤣🤣

    • atau lebih buruk. Apriliia current sangat jauh dari kata konsisten. ianone emang cepet tp dia perlu motor yg konsisten performanya.

Ketik Komentar Anda