Advertisements
jump to navigation

Tak Terima Knalpot Racing Ditilang ?, Ajukan Pengaduan Saja Februari 7, 2018

Posted by aripitstop in : BERITA , trackback

image description

ARIPITSTOP.COM – Sudah sering banget kita melihat dan mendengar berita perihal knalpot racing yang terkena proses tilang, tak sedikit pula dari mereka yang tidak terima dengan proses penilangan tersebut bahkan banyak netizen yang masih mempertanyakan dasar hukum dari penilangan knalpot ini karena Polisi menilang tanpa memakai alat ukur suara yang sering diperdebatkan tersebut.

Namun ada yang menarik dari postingan akun tmcpolrestabesbandung disitu kita bisa membaca banyak informasi mengenai prose penilangan knalpot racing. Menurut informasi dari tmcpolrestabesbandung menyebutkan kalau dasar hukum Polisi menilang para pemakai knalpot racing dengan UU No 22 tahun 2009 tentang LLAJ pasal 48 dan pasal 285 dan peraturan menteri lingkungan hidup No 7 tahun 2009.

Dalam peraturan menteri lingkungan hidup No 7 tahun 2009 disebutkan ambang batas kebisingan kendaraan bermotor type L ( roda dua) dijelaskan motor yang berkapasitas kurang dari 185 cc standar kebisingannya 80 db, sedangkan bagi motor yang lebih dari 175 cc untuk standar kebisingannya 83 db.

Dalam beberapa komentar juga menjadi kontroversi perihal motor besar seperti HD yang dinilaitingkat kebisingannya sangat tinggi. Pihak tmcpolrestabesbandung juga menyebutkan jika para pengendara yang ditilang tidak terima dengan proses penilangan knalpot racing ini, bisa mengajukan pengaduan atas tingkat kebisingan motor HD tersebut dengan menguji terlebih dahulu berapa db yang dihasilkan pada motor tersebut.

Berikut beberapa screenshot dari postingan akun tmcpolrestabesbandung :

Komentar»

1. Kobayogas - Februari 7, 2018
2. Bandit 150 - Februari 7, 2018

Wahh wahh!! Untung tempat saya jarang adanya tilang. :mrgreen:

GSX-R150 Livery Ecstar MotoGP –> https://tinyurl.com/ya9m7p77 <–
.

3. ara59 - Februari 7, 2018

Semoga seru..

4. balimotorider - Februari 7, 2018
5. Alayyyyy - Februari 7, 2018

Semoga se Indonesia harus lebih galak lagi nilangnya , biar knalpot racing hilang peredaran nya

6. ndra - Februari 7, 2018

Capek debat gitu..ga bakal menang mau gmn juga.. Bilang knalpot harley udh standar pabrikan gitu, kalo mengacu pada UU brarti harus nya ga lolos uji donk, klo ga lolos uji ga laik jalan donk.. Pengukuran pake kuping aj org tau suara knalpot mana yg lebih kenceng.. Ngeles trus dah pokoke..

7. Lucky - Februari 7, 2018

Inti nya itu bukan knalpot standart nya titik gak ada koma, karena dari kata2 di atas terbilang “HD walaupun bising tapi tetap pakai knalpot standart nya”
Jadi kalo mau punya motor ber knalpot racing / berisik cari motor yang dari pabrikan sudah pakai knalpot tsb.
Modifikasi saja kalo lagi apes kena tilang alasannya bukan standart nya (padahal cuma spion dan spion tsb berfungsi dengan baik tapi bukan ori nya alias aftermarket), jadi di Indonesia motor harian harus standart, original pabrik gak boleh di utak atik titik gak ada koma kata pak pol.

8. syafiq - Februari 8, 2018

the real mvp is komen terakhir

“motor we xmax ttapi ngelawan arus..wkwkwk”

hahahaha

aripitstop - Februari 8, 2018

Sekwdar meluruskan, Yang ngelawan arus bukan xmax tapi motor lain di postingan tersebut, jadi dua perkara tilang di jadikan satu postingan

9. DmNc - Februari 9, 2018

kalau mau silahkan uji DB sendiri? lhaaaa? kudunya pak pulisi BAWA alat buat ngecek DB waktu penilangan. aneh sekarang kl diprotes serba dibalikin ke masyarakat?


space for ads

%d blogger menyukai ini: