Advertisements
jump to navigation

Tes Ride Honda CRF150L, Ayunan Soknya Menggoda November 14, 2017

Posted by aripitstop in : OTOMOTIF , trackback

image description

ARIPITSTOP.COM – Akhirnya bisa juga merasakan handling dari motor on off yang baru saja diresmikan oleh AHM, spesifikasi serta desain sudah dibahas selanjutnya mengeksplore handling dari sang kuda besi. Tes ride kali ini dilakukan di sirkuit off road daerah BSD tepatnya di Pagedangan, treknya cukup menantang segala kondisi ada disini sehingga kita bisa benar2 menikmati CRF150L di trek garuk tanah.
instagram-aripitstop

Pandangan pertama ketika melihat motor ini berdiri diatas tanah adalah ternyata motor ini jangkung, kebetulan sudah merasakan motor dari kompetitor dan kalau CRF150L ini asli… saya yang punya bobot 70kg dan ketinggian 172cm ternyata melihatnya cukup tinggi. Ketinggian jok CRF150L ini 87cm setelah saya duduk di motor ini tenryata kaki agak jinjit bro meskipun ujung kaki masih bisa menapaki sedikit, lumayan tinggi juga nich motor. Bobot motor sekitar 120kg namun feelnya ketika mengendalikan motor ini saat berhenti tak terasa berat.

Saatnya menyalakan motor yang punya kapasitas 150cc, untuk ukuran motor off road suara dari mesin CRF150L termasuk halus, normal bro… feel torsinya sudah mulai terasa dari getaran mesin yang dikeluarkan. Saatnya bejek gas mengarungi medan naik turun nggak ada kata trek mulus disini. Dengan power motor sebesar 9,51 kW (12,91 PS) / 8.000 rpm dan torsi maksimum yakni 12,43 Nm (1,27 kgf.m) / 6.500 rpm motor ini memang menggigit ketika garuk tanah.

Melibas trek tanah yang penuh kelokan jalanan tidak rata naik turun sudah seperti mainin motor anak kecil aja nich bro… saat trek tanjakan pakai gigi satu motor rasanya ingin loncat sendiri. Trek di sirkuit pangadegan ini saya hanya cukup memakai gigi 2 saja untuk melibas tanah yang juga terdapat jalanan basah berlumpur.

Yang terasa saat sudah naik motor ini kita tidak terasa tidak sadar kalau sebenarnya motornya agak jangkung dikit, ketika kaki sudah menapak dengan footstep tampak seakan motor langsung menyetu dengan feel riding melibas trek tanah. Ayunan soknya memang juara banget, sok USD dari Showa ini sangat terasa banget ayunannya yang tidak lembut banget namun juga tidak keras. Trek tidak rata tanah gundukan nyaman untuk dihajar dengan ayunan sok lembut dari Showa yang punya diameter 37mm. Suspensi prolink dengan travel axle 210mm memang juara banget, pantat nggak terasa pegel meskipun ternyata sudah mengelilingi trek sebanyak tiga lap dengan panajng trek sekitar 2 km penuh jalanan off road. Ditambah lagi dengan kombinasi diameter roda 21” dan 18” memang motor ini meskipun kondisi standar sudah asik buat melibas trek tanah.

Soal pengereman juga motor ini tak mengalami kendala apapun, rem cakram depan belakang bekerja dengan baik terutama di trek tanah ini memang lebih butuh ekstra pengereman sehingga kinerja rem sangat diandalkan.

Hanya diberi jatah 3 lap ternyata yang awalnya pesimis tidak bisa betah lama2 karena pandangan pertama yang agak tinggi motornya namun ternyata setelah diatas motor pengennya terus gas. Posisi badan yang nyaman tegak sehingga nggak mudah capek membuat motor ini perlu diperhitungkan untuk menghiasi garasi rumah kita.

Advertisements

Komentar»

1. Kobaypitstop - November 14, 2017
2. Kobaypitstop - November 14, 2017
3. Bonsai Biker - November 14, 2017
4. poho - November 14, 2017

Pagedangan kali Bro …

aripitstop - November 14, 2017

Iya😂

5. Chef YB - November 14, 2017

tombol klakson yg gak ergonomis sama lampu sein yg kegedean, itu aja sih yg jelek…. velg warna item lebih bagus

6. Roni - November 14, 2017

Nunggu W175 aja ah

7. dhea - November 14, 2017

mantab

8. Bonsai Biker - November 14, 2017
9. balimotorider - November 14, 2017

space for ads

%d blogger menyukai ini: