Advertisements
jump to navigation

Dikerjain Pengapian Motor Mati, Ternyata Pulser Karatan Oktober 20, 2017

Posted by aripitstop in : BENGKEL , trackback

image description

ARIPITSTOP.COM – Siang itu ceritanya riding lumayan nggak jauh2 amat, namun kondisi sedang hujan lebat dan sebagian jalan di cileungsi-Bogor terendam air dan lumayan sich bisa merendam lebih dari setengah roda. Setelah berhasil melewati beberapa genangan air terasa ada yang aneh dengan motor X-Ride yang saya betot ini. Terkadang motor terasa brebet dan tiba2 normal sendiri.
instagram-aripitstop

Alhamdulilah selamat sampai rumah, namun pada pagi harinya saat mau mengantar anak ke sekolah tenryata motor tidak mau hidup, diselah distarter tetap saja tidak mau hidup. Pasrah saja karena pagi2 dan buru2 mau mengantar anakke sekolah akhirnya pakai motor lain saja. Setelah sampai rumah lagi habis ngater anak, langsung dech bongkar motor kenapa motor bisa tidak mau nyala.

Kebiasaan kalau motor mogok dicek putar kunci kontak ke ON untuk dengarkan putaran fuel pump (MOTOR INJEKSI), ternyata fuelpump bergerak normal. Cari yang mudah dulu dech, bongkar kepala busi untuk mengecek pengapian.

INGAT…!, untuk mengecek pengapian motor injeksi secara konvensional harus hati2, jangan samakan mengecek pengapian seperti motor karburator karena motor bisa terbakar (next artikel saya jelaskan lebih detail). Mengecek api di busi pada motor injeksi jangan melepas busi dari cylinder head, pakai busi lain untuk mengecek pengapian, karena pada saat motor diengkol/starter maka otomatis fuelpump bekerja dan injektor menyemprotkan BBM pada saat yang bersamaan ada percikan api saat mengetes busi maka bisa terjadi kebakaran di luar ruang bakar.

Lanjut ceritanya, cek pengapian di busi ternyata hasilnya ZONK…!, paling gampang pasti ganti busi dulu, coba ganti busi yang masih hidup ternyata motor tak mau nyala juga. Ambil Avometer cek kondisi hambatan di ignition koil, hasilnya masih bagus, lanjut cek juga hambatan di pulser dan hasilnya masih bagus juga. Akhirnya cek ECU, normal juga… tapi kenapa tidak ada apinya ?. Akhirnya lari ke bengkel teman mungkin ppunya ECU nganggur buat ngetes, eiiits… tenryata ada ECU motor Mio J punya motor dia sendiri, hehehehehe… bongkar ambil langsung bawa pulang ke rumah. Dan langsung tes ECU motor teman ke motor saya, jreeeeng….!!! nggak nyala juga.

Semuanya bagus, dari pulser, ECU, koil, kepala busi dan busi… cek kabel2 dan soket kabel juga masih bagus… stress…. dech. Berfikir lama sambil korek2 upil yang menebal di hidung. Akhirnya spekulasi lihat kondisi pulser, lepas knalpot kemudian bongkar cover magnet, dan terlihat magnet yang kotor banget bahkan sampai karatan (sambil berfikir bisa jadi gara2 magnet kotor), kemudian lepas pulser dan jreng… ternyata pulser juga karatan. Sebenarnya jarang banget kasus pulser dan magnet karatan bisa menyebabkan pengapian hilang karena yang sering terjadi motor brebet saja.

Ya sudah bersihkan pulser yang karatan pakai amplas… mana amplasnya… ternyata nggak punya, hadech… lari dulu ke toko bangunan. ”koh… beli amplas satu biji aja”, ”yang ukuran berapa ?” tanya dia, tak jawab saja minta ukuran yang 1.400. ”Nich 10.000…” eeeet dah…. mahal amat ya… amplas selembar saja 10ribu. ya sudah lah…

Sampai rumah langsung bersihkan pulser, jangan lupa tonjolan di magnet juga diamplas… sebenarnya tonojlan di magnet yang berfungsi sebagai sensor pengapian hanya satu biji saja yang ukurannya paling panjang sering disebut ”Pick up rotor”. Tapi semua tonjolan saya amplas semua, karena yang lain berfungsi sebagai crankshaft position sensor, sensor untuk timing menyemprotkan bbm.

Semua sudah diamplas, dan semua dirakit kembali… lalu waktu yang mendebarkan akhirnya tiba2, putar kunci kontak dan pencet tombol starter, jreng…. motor hidup, hore…!!!! seneng banget jingkrak2 guling-guling…

Yap, ini sebuah pengalaman yang saya alami terjadi di rumah sendiri. Motor mati atau mogok bukan berarti ada part yang rusak namun bisa saja kinerjanya terganggu akibat faktor eksternal. Seperti yang terjadi pada motor saya ini, mungkin karena kotoran yang sudah menumpuk lama akhirnya menjadi karatan yang tebal menyebabkan sensor tidak bekerja dengan baik.

Kalau motor mogok jangan gelisah dulu, karena belum tentu harus ganti part baru tapi hanya diservice saja…

Advertisements

Komentar»

1. paijo - Oktober 20, 2017

Gak kaget kalo matic yamaha memang kelemahan disitu sering banget karatan karena temen ane juga bengkel

2. Kobaypitstop - Oktober 20, 2017
3. Roy - Oktober 20, 2017

klo oon gw denger aman om, pernah tetangga gw gak pake motor injeksinya bertaun2 pas di nyalain lngs greng padahal gak pake aki… hebat ya teknologi oon…

4. zay - Oktober 20, 2017

bahasa yg kerenya pick up coil pembagkit signal pulse istilahnya sensor pengapian .
apalg sering lewatin banjir atau genangan otomatis pasti sering karatan

5. Firman - Oktober 20, 2017

apa mungkin gara-gara itu ya kang banyak kasus di gerup yag sering di bilang loss kompresi ???

aripitstop - Oktober 20, 2017

Kebetulan kompresi di motor saya masih bagus

6. Ncex - Oktober 20, 2017

Ilmu tingkat tinggi nihh,, Kalo kita mah orang awam pasti nyerah kang,, haha

7. Malesin - Oktober 20, 2017

Lama nggak bikin artikel beginian

8. jonas - Oktober 20, 2017

mio m3 ane juga kadang2 mendadak mati dijalan, gak jelas sebabnya (bisa hidup sendiri setelah belasan kali distart). bawa bengkel yamaha tetap sama. mungkin pulser karatan ya. thanx infonya

9. wadon bapuk - Oktober 20, 2017

Nice inpoh gan.

10. Firman - Oktober 20, 2017

iya, maksud saya di gerup banyak yg langsung menilai kalau ga bisa nyala itu gara-gara loss kompresi padahal mungkin bisa cek kondisi ini sebelum bongkar2 ke mesin

11. Asisten HaiSayang - Oktober 21, 2017

kirain ini kenthoet boreup


space for ads

%d blogger menyukai ini: