ktm indonesia
kecelakaan (2)
GAMBAR ILUSTRASI

gambar ilustrasi

Siswa naik motor ke sekolah ? saat ini sudah sangat banyak terjadi di indonesia bahkan dari siswa SD saja sama orang tuanya sudah dikasih motor sebagai alat transportasi ke sekolah. Seperti mengabaikan resiko besar yang ada, orang tua justru bangga anaknya bisa naik motor menuju ke sekolah, bahkan dijadikan ajang pamer materi terhadap tetangganya, sanak saudaranya.

honda cengkareng

Tanpa disadari atau mengbaikan resiko yang ada, inilah salah satu potret peran orang tua kepada anaknya. Namun apa yang terjadi ketika anaknya mendapati kecelakaan akibat naik motor ? menyesal sudah pasti dan kenapa menyesal itu datangnya belakangan…

Monggo disimak surat terbuka dari akun bernama Rudiyanto, saudaranya meninggal akibat kecelakaan motor yang dialami ketika hendak berangkat sekolah.

Berikut surat terbuka tersebut :


Rudiyanto
SURAT TERBUKA UNTUK BUPATI KENDAL

Ibu Bupati ku… sejenak ijinkan kami menyampaikan rintihan isi hati yang tiada tertahan ini.

Di pagi yang cerah 22 Juli 2016, pukul 06.15. Sebuah laka lantas yang tidak seharusnya terjadi, menimpa Adik kami saat berkendara ke sekolah SMKN 2 KENDAL. Kejadian ini pastilah tidak diingginkan oleh orang tua manamun termasuk kami. Sebuah kejadian sangat memilukan ketika berangkat menuntut ilmu. Niat baik sudah dijatuhkan, berikut dengan restu orang tua… namun Allah berkehendak lain menjadikannya sebuah musibah. Semoga almarhumah Adik kami Lina Wakhidatun mendapatkan surga dan tempat terbaik, karena telah meninggal duni saat berjihad menuntut ilmu, KAMI SAKSINYA.

Pemikiran lain tentang pernyataan tidak bisa selamanya membiarkan anak-anak di bawah umur untuk mengendarai kendaraan roda dua adalah kebenaran yang tidak bisa disangkal karena jelas, menyalahi aturan perundang-undangan yg berlaku. Apalagi saat ini hal tersebut makin terdorong dengan adanya kredit motor yang sangat menggiurkan para orang tua murid untuk semakin menghemat biaya transportasi, dalam bentuk metode angsuran yang sangat menggiurkan, tanpa DP dan dengan angsuran ringan misalnya.

Namun kami tinggalkan pikiran ini sejenak untuk melangkah meninggalkan persoalan dengan sudut pandang berbeda. Kami hanya menyuarakan SAVE nyawa anak muda dari korban lalin saat berangkat dan pulang sekolah.

Ibu Bupati ku yang baik hati… kami suarakan isi hati kami ini dalam bentuk dorongan kepada Ibu Bupati ku untuk memikirkan langkah strategis dalam memberi solusi kedepan. Karena di pundak anak-anak muda seperti ini nantinya tongkat estafet kepemimpinan kita serahkan. Jangan sia-siakan nyawa anak ini yang telah menjadi salah satu korban lakalantas, dengan bersikap menutup mata dan membutakan hati nurani. Ibu Bupati ku… kami berharap banyak ke Ibu dengan keyakinan penuh bahwa Ibu mau dan mampu memberikan solusi terbaik bersama tim sukses Ibu yang bergaji uang dari rakyat tersebut.

Meskipun kami orang kecil dan tidak terlihat baik, kami yakin, masih ada beberapa pembaca Surat Terbuka saya ini yang terketuk hatinya untuk berfikir dan kemudian berbuat, tidak hanya diam saja. Minimal share artikel ini seluas-luasnya agar suaranya menggaung di bumi KENDAL tercinta.

Kami tembuskan juga Surat Terbuka ini untuk Tuhan… sentuhlah hati pemimpin-pemimpin kami di Kendal, karena hanya dengan cahaya illahi Mu lah, hati manusia akan tergerak menuntun jasadnya menuju ketaqwaan. Hanya kepada Mu kami berdoa dengan keyaqinan dalam bentuk usaha, dan ketawakalan dalam bentuk doa…

Semoga niat baik kami yang tulus ini mendapatkan respon yg positif.

Aamiin

WALI MURID SMK N 2 KENDAL

himbauan larangan naik motor untuk anak

51 KOMENTAR

  1. ceritanya isi surat ini mau minta solusi dari bupati perihal fenomena ini??
    bukannya sudah ada ya aturan tidak punya sim (di bawah umur 17 tahun) tidak boleh bawa kendaraan, kenapa dilanggar?

  2. pdhal ujung tombak yg bs mencegah masalah itu orang tua nya sndiri, entah knp isi surat seperti lempar tanggung jwb

    • Bener bro, tetep orang tua yg bertanggung-jawab, anak lom 17 thn & sim dah diksh motor. Klo mo dksh motor nti klo dah kuliah aja & selain umur jg secara mental udh dewasa.

  3. transportasi khusus untuk anak sekolah..
    dan absensi sebelum turun dari bis…
    saya yakin puhak sekolah bakalan keberatan
    karena repot

  4. kayanya surt itu berisi untuk menyalahin pemerintah y…. dengan dalih transportasi umum mahal n kredit kendaraan murah…. tapi yg w binggung kenapa orang tua tidak menyadarin kesalahan sendiri soal membelikan kendaraan untuk anaknya tanpa mempedulikan keamanan sianak sendiri

  5. Tanggung jawab orang tua dmna ? Kalian para orang tua sangat berbangga disaat anak kalian bersuka ria berkendara dan ketika suka ria jadi derita seolah olah kalian para orang tua menyalahkan penderitaan kalian pada pengurus bangsa .

  6. Meskipun orangtua salah karena memberikan kendaraan kepada anak dibawah umur, seharusnya pemerintah dapat memberikan solusi dan sosialisasi bahkan penegakan hukum kepada yang melanggar.. kalo pemerintahnya diam saja, ya salah juga.

  7. solusi paling mudah ? ikutin aturan undang-undang yang berlaku. yang berusia 17 tahun TIDAK BOLEH mengendarai kendaraan bermotor , peran orang tua-lah yang paling vital karena ortu-lah yang membimbing anak sebelum mereka dewasa. ada paradigma yang aneh di sebagian masyarakat kita yang justru bangga ketika anak mereka yang masih kecil bisa mengendarai motor, tetapi ketika terjadi kecelakaan justru pihak lain yang disalahkan tanpa berkaca bahwa laka tsb bisa dicegah bila ortu tidak menyerahkan kunci motor pada anaknya.

  8. Namnya musibah , ya bisa terjadi sama siapa saja , jangan kan anak bocah orang tua , arau pembalapan pun yg jelas jelas udah lihay naik motornya masih bisa terjatuh , kalo udah terjadi jangan cari siapa yang salah , ini Musibah loh , bukan karna kelalaian orang tua ataupun anaknya sendiri .

  9. semua puhak harus berbenah dan melakukan tugasnya dengan baik.
    – orangtua, jangan mengizinkan anak mengendarai motor/mobil sebelum berusia 17.
    – polisi, tindak tegas pelanggar peraturan.
    – polisi, pastikan angkutan umum aman dari kejahatan.
    – dikbud, minimalisir anak2 bersekolah lintas rayon.
    – sekolah, tegur dan beri hukuman siswa yang melanggar.
    – orangtua, jangan menyalahkan guru jika anaknya di tegur/huhum.

    • Ini sebenarnya solusi yg tepat dr smua komen yg ada…memang maksud orangtua korban inginnya pemerintah sbagai stakeholder trtinggi yg harus menjembatani smua lapisan agar kjadian sprti ini tidak ada lagi..

    • Maksudnya apa ini q asli kendal juga lho…kesalahan pada anak itu kesalahan orangtua…angkutan q rasa daerah kendal banyak udah masuk sampe kedesa desa…wah nggak bener ini

  10. ini surat terbuka mau minta solusi apa… kok gak jelas ngalur ngidul… butuh kesadaran n solusi apa dari bupati???
    mau bus sekolah ato apa..

  11. mungkin lo ya dia minta solusi ke bupati yg bisa ngeluarin kebijakan misal ni
    1. biar aman adain tuh bus sekolah (perlu peraturan dan anggaran brarti butuh kebijakan dari pemerintah)
    2. aparat penegak hukum, gak cmn langgar ditilang apalagi damai, biar ada efek jera dan pembelajaran buat ortu yg sengaja/tidak membiarkan anak yg belum layak naik motor dihukum kurungan aja 1bulan/denda seharga motor yg dinaikin (sesuai NJKB)
    3. yg sering banget terlupakan fasilitas jalan raya jgn lupa diperhatikan jg, kondisi jalan bagaimana layak tidak (lubang, gelombang, marka), rambu” lalin, traffic light normal kga, kadang banyak traffic light yg udah gak normal jg, penerangan jalan
    ya namanya jg musibah mo seperti ap jg bs terjadi tetapi paling gak ya ada usaha untuk meminimalisir potensi kejadian

  12. Laah saya dulu gak pake motor juga tetep bisa sekolah pake sepeda onthel.. SD 2km.. SMP 3km… SMA 7km… gak masalah… telat?? kagak juga… berangkat pukul 6.. sekolah masuk pukul 7.. bangun pagi berangkat lebih awal.. antar anak ke sekolah pukul 6.. lebih baik dari pada bocah masih labil suru naik motor..

  13. Ini musibah, ga pandang umur
    Orang tua lalai, peraturan sudah ada, dan menurut saya kurang pas klo nulis surat gini karena ujung tombak untuk peraturan ini ya orang tua, jika seperti ini menurut saya terkesan seperti melimpahkan tanggung jawab ke pemerintah
    Pemerintah harus lebih tegas lg
    Apapun itu jangan sampai mengadu domba siapapun, kita manusia bukan hewan,
    Sekian

  14. yang ngasih motor dia, yg bikin mati anaknya dia, yang disalahin bupati -____- pinter banget ni orang

  15. Mau pake sepeda mau pake becak, mau pakek motor, mau pake bus sekolah. SEMUA sama saja sodara. ketika kita udah berada di jalan cuma doa yg bisa menyelamatkan.

    kita pakai sepeda, bisa aja ada motor merem
    kita jalan kaki, bisa aja ada mobil mabok
    kita hati-hati, orang lain kebut kebutan, SAMA AJA BOHONG.
    #tepi semua itu bukan PERCUMA kita lakukan, paling tidak kita bisa meminimalisir dari kita dulu .

    Thks

  16. asik tuh

    pasti ortu anak tuh, senang dan bahagia

    bisa “peras” duit
    anak mah, tinggal “cetak lg”,
    prinsip nya “banyak anak = banyak rejeki”
    jk punya 11 anak, semua nya tewas kecelakaan, 1 anak, meras dpt Rp 100 jt = 1.1 M wow

  17. Turut prihatin dan berbelasungkawa, semoga almarhumah diterima disisi-Nya dan diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan bisa sabar menerima musibah ini.
    Menurut saya kurang tepat bila selalu “menyalahkan” pemerintah, oke lah kalau kita menuntut hak sebagai rakyat yang selama ini patuh membayar pajak dll tentunya layak kita berharap imbal balik dari pemerintah. Bisa menyediakan sarana transportasi yang memadai, keamanan, kesejahteraan, dan sekian banyak harapan lainnya. Tetapi kadang kenyataan tidak berjalan sesuai impian, bahkan seringkali bertolak belakang jauh dari apa yang kita harapkan. Pada situasi seperti ini kita yang harus menyadari, bagaimana caranya di tengah kondisi sulit, kita tetap bisa survive, life must go on…
    Lindungi diri sendiri, keluarga dan orang2 terdekat kita. Sudah tahu pemerintah belum berhasil sepenuhnya menyediakan transportasi umum yang aman dan nyaman, bukan berarti kita menyerah pada keadaan dan memasrahkan nyawa anak di kerasnya hukum rimba di jalan raya. Masih ada solusi yang bisa kita lakukan, berangkat lebih pagi antar anak ke sekolah, atau langganan antar jemput dsb.
    Jangan hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa introspeksi diri, dimana sebenarnya letak kesalahan itu?
    Mudah2an kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT, amiin yra.

  18. hidupkan lagi program bis sekolah..dana BOS jgn cuman di kangkangi diknas kodya saja..kasih juklak pelaksanaan dan pemanfaatan dana BOS jgn cuman bwt bangun gerang sekolah..

  19. Nahg terus kenapa situ ngasih motor k adeknya, , jgn cuman bisa nyalahin pemerintah dengan dalil transport mahal, , seharusnya situ instropeksi memang, , situ kan bisa antar tuh adiknya, , kok mentang sudah terjadi baru teriak, , kmrin2 sebelum kejadian kemana?

  20. Zaman saya sekolah dulu hanya dgn jalan kaki ramai2 pdhal jrak tempuh k sekolah 30 menit,klopun y lbh jauh dri kami mereka mnggunkan sepeda,klo lhat sekrang sepertinya lbh ke JAIM/GENGSI dg alsan y jgn ktggln Zaman.pdhal efek n resiko na lbh besar bhkn cendrung NEGATIF,jd sbnarnya smua kbli kpd ORTU bgaimna caranya menanamkn sifat Sederhana sjak dini

  21. ya naik angkot/bus kota solusinya. lha sudah jelas2 usia SMK belum punya SIM nekat naik motor. nah kalo pas kecelakaan kok malah minta solusi sama pemerintah. terus gunanya undang-undang lalu lintas buat apa. yg buat surat terbuka gagal paham tuh…

  22. Hahaa. Ironis memang semakin majunya jaman. Ya setidaknya baguslah intropeksi diri memang perlu. Kalo dalam perundangan pemerintah saja sudah menjelaskan anak dibawah umur tidak boleh. Dan sekarang justru malah mengalihkan pada pemerintah. Saya sebagai generasi muda juga prihatin. Karena terlalu gila akan harta ataupun materi yang jadi penyesalan diakhir baru menyadari. Kalo harus dipikir lagi. Jaman dulu sama sekarang sama vroh, gaji makin tinggi biaya hidup tinggi, gaji rendah biaya hidup juga rendah. Sekarang kalo sudah kejadian kek gini baru kerasa. Baru mengajukan ini itu kpd pemerintah. Untuk biaya transportasi dengan biaya angsuran juga jelas beda tipis. Iklaskan semua yang terjadi, dengan seperti ini. Justru arwah yg ditinggalkan juga tidak tenang. Karna kelalaian orang tua, karna perlunya belajar untuk memahami peraturan itu penting.

  23. Helllloww.. itu surat salah alamat kalee.. harusnya di tujukan pada orang tua si anak,, kenapa ke Bupati?? Ortu sdh berani memberi izin berkendara pada anak yaa harus berani juga ambil resiko. Kalo gak mau ada kecelakaan ortu harusnya mau antar dan jemput si anak .. saya kira itu solusi yg baik.

  24. Sebenarnya ini masalah klasik, kalo emg anak terpaksa atau dibolehkan untuk naik motor sendiri ke jalan raya. Hal yang harus di perhatikan adalah orang tua wajib memberikan pengetahuan, ilmu tentang berkendara yang baik. DAN jika si anak umurnya cukup buat SIM, bikin SIM nnya tes, jangan nembak!

    Kenapa TES?
    Karena tes itu si anak diajarkan, dilatih kemampuan berkendara baik teori maupun praktek. Saya sendiri baru saja sim. Ujian teori lolos, tapi saat praktek saya harus ngulang 3 kali sampai lolos karna butuh latian buat melewati rintangan yg ada dan itu pasti sudah di riset oleh kepolisian. Maaf bukan sombong, tapi saya cuma mau share aja.

    Terimakasih

Ketik Komentar Anda