blogger makan (3)

Lagi pada ribut blogger makan blogger. Ribut motor tes ride…

kalau saya sich selagi ada motor ya dites…

mau motor sendiri kek motor orang lain kek…

mau motor ATPM kek…

blogger makan (3)

Macam2 bakalan disedot sama kobay

blogger makan (5)

Contoh irfan yang selalu nrimo ing pandum

blogger makan (4)

blogger makan (2)

colek yang kemarin pulang kampung…
blogger makan (1)

blogger makan (2) blogger makan (6)

Macam2 ane sate…

blogger makan (1)

40 KOMENTAR

  1. Ijin komen kang arip masalah blogger ini…
    Haruse ra masalah to apabila review dari sang blogger berasal dari sumber apa saja, termasuk dari pinjaman, dan jangan disamakan juga dengan blogger gadged atau food yang harga barang review mrk bisa dijangkau, ataupun pinjam teman, apakah teman kita mau motornya kita pinjam trus pada akhirnya kita bilang “motormu elek” kiro2 tego po ra….

    Sebagai blogger yang jek cuilik ini, gak mengerti mengapa kok ada statment seperti itu, saya memang masih hijau tapi taulah mana yg masuk akal dan gak…

    Salam saking suroboyo

    http://verzasurabaya.com/2016/03/09/lampu-proji-mati-jangan-panik-cek-3-komponen-ini/

  2. Walaupun gagal paham tapi ane baru menemukan hal yang bikin ane terenyuh, ternyata cemilan mas Ari jeroan mesin euy… hebat xixixixi…

  3. Yap gw setuju, review motor dari mana aja gak masalah, sebagai pembaca selama ini cari motor ya dari baca di reviewnya gak cuma 1 kok, lagian cari bloger ygbpostur tubuhnya 11-12 lah biar impresinya sama minimal mirip

    Mengenai sumber, ya saya sendiri gak terlalu masalahin mana motor pinjaman, mana motor beli sendiri

    Katanya blogger otomotif papan atas kaya kaya, iya kalopun mereka kaya terus tiap ada motor baru masa dibeli? Nah kalo beli motor baru terus sama aja donk pajak progesif mereka naik terus? Apa gak melas

    Jangan samain sama blogger hp, beli iphone pun gak mahal, cuma 10 juta tanpa pajak progesif yg bikin nyesek. Iya kan? Lagian setau saya blogger gadget (contoh aja kamera) mereka di pinjemin kok, bahkan gak jarang dikasih (kamera udah seharga ninja itu wajar, lensanya seharga r25) mereka di pinjemin, dikasih sama pabrikanya, gak pernah tuh ada blogger kamera yg beli sendiri protes kalo kameranya di modiv lah, gak sesuai lah, pembodohan lah.

    Intinya ada barang di review, sejujurnya, pasti blog laku barang laku

    Kalo tulisan settingan bloger ya gak mau, tar kredibilitas mereka hancur, kalo hancur yg udah full time mah kasihan

    https://jildhuz.wordpress.com/2016/03/10/saat-tidak-minat-mlm-tetapi-terlanjur-berjanji-join/

  4. hhahaha merembet jadi perang dingin gara gara blo RA rider alam #gw cuma pembaca smua blog g memihak siapapun gw baca blog iwan tmc pertamax yudibatang bonsai aripitastop kobayogas gw hampir kunjungin blog blog nasional, tp mang jujur gw ngrasa ada hal yg g pas saat review produk motor baru lebi dominan ke sisi kelebihany untuk kekurangan sedikit /tidak berimbang. saya ambil contoh saya bang iwan posting sonic review detailnya kelebihan tp kekurangan?#sekarang sonic masalah di mensin klotok2 dan rantai berisik gampng kendor apa diposting/review lg

  5. Blogger otomotif/motor klo sampai gak dapat pinjaman motor dari pabrikan untuk test ride (review) ya dipertanyakan kapasitasnya sebagai blogger. Mungkin blogger tersebut harus dipenjemin kaca cermin saja yang besar supaya bisa ‘ngaca” liat seperti apa mukanya.

Ketik Komentar Anda