jump to navigation

Kisah Argo Mego Anggoro Anggota YVCI, freestyler Asal Borneo Jual Laptop Demi Ikut Event di Papua Desember 2, 2015

Posted by aripitstop in : KOMUNITAS , trackback

freestyle yvci (1)

Salah satu oleh2 saat berkunjung di banjarmasin, saya ketemu anggota YVCI chapter seribu sungai bernama argo mego anggoro. Dia merupakan sosok freestyler dari daerah yang berjuang sendirian demi meraih prestasi di bidang freestyle yang digelutinya. Saya ngobrol didepan sirkuit balipat dibinuang, dengan nada semangat dia menceritakan kisah kehiduoan freestylenya dengan menggunakan motor vixion.

freestyle yvci (1)

Masih berusia 23 tahun pemuda asal pulau borneo ini merintis sebagai freestyler dari nol tanpa sponsor semua murni biaya sendiri pernah mengajukan proposal ke pemda namun tidak ada tanggapan.

”Berdiri sendiri berjuang sendiri demi meraih mimpi” ujar Argo.

Argo juga sering mengisi acara2 seperi event yamaha motor show di daerah pelaihari kalimantan. Prestasi terakhir di event CST disenayan pertengahan bulan oktober 2015 kemarin sabet juara keempat, bahkan saat tampil di papua dan meraih juara dia bermodalkan jual laptop.

”Modal nekat jual laptop perjalanan naik kapal tujuh hari tujuh malam, akhirnya dapat hadiah balik lagi beli laptop”

freestyle yvci (3)

Argo melakukan aksi freestle ini karena hobi saja daripada balapan liar, makanya dia belajar freestyle ini dari apa saja yang dia dapat misalnya melihat dari youtube atau aksi di event2 karena di kalimantan belum ada sekolah khusus untuk freestyle. Aksi ciri khas argo adalah ”pecahkan ban”, dia burn out ban belakang sampai bannya pecah… mulanya ban di burn out sambil di bakar sehingga cepat habis dan ban pecah.

Saat ini dia bergabung di Yamaha Vixion Club Indonesia chapter seribu sungai, untuk meningkatkan hobi dan prestasinya itu dia bergabung di klub X MOBA sejak 2011, ada tiga klub frrestyle di kalimantan selantan yaitu X MOBA yang beranggotakan 7 orang, Project dan Independent. Dan argo ini merupakan salah satu pioner freestyle di kalimantan selatan.

Memang berat perjuangan para freestyler di daerah karena minim dukungan terlebih dukungan dana,mereka berjuang bermodalkan nekat dan biaya sendiri demi meraih prestasinya.

About these ads

Komentar»

1. orong-orong - Desember 2, 2015
Sing Indo - Desember 2, 2015
otoborn.com - Desember 2, 2015

Inspiratif… Nanti kalo nama dia udah besar ada yg mengaku2 ,merasa berjasa dan ge er deh.. Prihatin
http://otoborn.com/2015/12/02/alasan-bukan-rossi-atau-lorenzo-yang-dipilih-untuk-merilis-m-slaz/

viwimoto.com - Desember 2, 2015
Munivmotoblog - Desember 2, 2015

all out ndaaa

Munivmotoblog - Desember 2, 2015
2. komatkamit89 - Desember 2, 2015

Ini dia yg patut di contoh

benzquazo - Desember 2, 2015
3. ardiantoyugo - Desember 2, 2015

semangat…

Si elien Yamaha M-Slaz a.k.a. MT-15: http://wp.me/p1eQhG-1rK

4. Verza Surabaya - Desember 2, 2015

apresiasi dengan orang macam gini, hobby yang didorong sama cita2 tinggi, demi harapan yang tinggi pula eman kalo gak didukung sponsor, mungkin lewat blogger bisa terbantu hingga namanya bisa ke angkat…kalo boleh saya share kang ari

5. sobatrodadua - Desember 2, 2015
6. dans - Desember 2, 2015

Terus berjuang bro.. dunia otomotif mmg sprti itu kl fight sendiri blm terkenal dan gda management emg susah cari sponsor

7. motomazine - Desember 2, 2015
8. resha_warblo - Desember 2, 2015
9. Bayu - Desember 2, 2015

Mantap. Ane suka jiwa yg seperti ini



%d blogger menyukai ini: